JawaPos Radar | Iklan Jitu

Fantastis! Fortnite Jadi Game Paling Untung, Pokemon Go Masih Populer

19 Januari 2019, 13:22:32 WIB
fornite, game paling untung, pendapatan industri game
Ilustrasi: Game battle royale paling untung di 2018, Fortnite. (ShivaliBest/Mirror)
Share this

JawaPos.com – Fortnite mengantongi keuntungan paling banyak di antara jajaran games lainnya. Fortnite besutan Epic Games dikatakan berhasil membukukan keuntungan (lintas platform) USD 2,4 miliar atau sekitar Rp 34 triliun sepanjang 2018 kemarin.

Sebagaimana JawaPos.com lansir dari laman Mirror, Sabtu (19/1), Fortnite berada di puncak klasemen dengan kategori game paling banyak untung mengalahkan game populer, seperti Pokemon GO dan Candy Crush. Data ihwal game paling menguntungkan sepanjang 2018 kemarin dirilis oleh SuperData Nielsen tentang industri game.

Kesuksesan Fortnite mengantongi keuntungan segitu juga dikatakan menjadi rekor sepanjang pendapatan tahunan paling banyak dari game apa pun dalam sejarah. Game bergenre battle royale ini menduduki puncak tangga mengalahkan Dragon Fighter Online yang menghasilkan USD 1,5 miliar dan League of Legends yang menghasilkan USD 1,4 miliar.

pokemon go, game paling untung, pendapatan industri game
Ilustrasi: Game berburu monster digital Pokemon Go. (Niantic)

Tidak hanya paling untung, Fortnite juga disebut berhasil merevolusi monetisasi game dengan battle pass (tiket pertempuran). Termasuk pembelian in-game atau in app payment purchasing dalam waktu terbatas yang memberi hadiah kepada pemain dengan item digital yang mereka butuhkan untuk menyelesaikan berbagai tantangan. Hal tersebut juga menjadi faktor penting penyumbang keuntungan mereka yang besar selama 2018.

Selain Fortnite yang berada di puncak popularitas dengan perolehan keuntungan yang sangat fantastis, sensasi menangkap monster dari perangkat seluler oleh Pokemon GO juga dikatakan masih membawa banyak uang meskipun telah kehilangan sebagian pemirsa sejak diluncurkan 2016 lalu. Game tersebut dikatakan masih memiliki keuntungan sebesar USD 1,3 miliar untuk pengembang game, Niantic.

Di luar game bergenre battle royale, SuperData Nielsen juga menyebut bahwa game kasual favorit lainnya yang juga menguntungkan adalah Candy Crush Saga. Terbukti Candy Crush Saga menguntungkan bagi Activision atau Blizzard dengan berhasil meraih angka penghasilan sebesar USD 1,1 miliar dalam pendapatan mereka sepanjang 2018 kemarin.

Menariknya lagi, game ‘Free to Play’ alias gratis juga mendominasi dalam hal pendapatan. Game Free to Play dikatakan menjadi penyumbang uang sekitar USD 87,7 miliar (sekitar Rp 1,248 kuadriliun). Angka tersebut berada di angka 80 persen dari pendapatan game di seluruh dunia dengan Asia memimpin dalam hal pengeluaran.

Sementara untuk game premium, permintaan yang kuat berada di wilayah Amerika Utara dan Eropa. Hal tersebut meningkat berdasarkan angka unduhan atau Downloadable Content (DLC) yang tinggi diikuti oleh in app payment purchasing yang tinggi pula. SuperData memperkirakan game konsol dan PC menghasilkan USD 17,9 miliar pendapatan tahun lalu.

Hal-hal yang tidak terlalu buruk di pasar game berbayar juga menempatkan PlayerUnknown Battlegrounds (PUBG) yang menjadi game bergenre battle royale lainnya. Game tersebut menghasilkan USD 1 miliar dan FIFA 18 mencetak USD 790 juta yang mendaratkannya di tempat kedua di posisi game premium berbayar.

Membuktikan bahwa transaksi dalam aplikasi adalah kunci untuk mendapatkan keuntungan juga dilakukan Grand Theft Auto (GTA) V yang mengambil untung sekitar USD 628 juta, sedangkan Red Dead Redemption 2, yang menghasilkan USD 516 juta. Untuk Red Dead Redemption 2, perolehan angka segitu terbilang cukup baik. Pasalnya game tersebut dirilis akhir 2018 kemarin.

Konten yang dapat diunduh atau DLC dan pembelian dalam game sangat kontroversial di kalangan gamer. Hal itu menjadikan beberapa pengembang game yang menerapkannya menjadi sangat untung. Alasannya, beberapa sudah bosan membayar harga premium untuk membeli permainan dan kemudian merasa terpaksa menjadi langganan berkelanjutan ketika musim game berlalu.

Masih menurut laporan tersebut, secara keseluruhan industri game dikatakan menghasilkan USD 109,8 miliar sepanjang 2018. Sebagai perbandingan, pendapatan box office global untuk film bernilai USD 38,3 miliar, sedangkan TV global dan film gabungan dikatakan menghasilkan USD 286 miliar di seluruh dunia.

Editor           : Fadhil Al Birra
Reporter      : Rian Alfianto

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up