JawaPos Radar | Iklan Jitu

Anggota BRTI dari Salah Satu Operator, Kepercayaan Publik Terganggu?

18 Desember 2018, 17:47:12 WIB
BRTI dari Operator, Kemenkominfo BRTI
Ilustrasi: BTS jaringan telekomunikasi. (Pixabay)
Share this

JawaPos.com - Seleksi calon anggota Komite Regulasi Telekomunikasi Badan Regulasi Telekomunikasi (KRT-BRTI) memasuki tahap wawancara pada pekan lalu. Tes interview tersebut langsung dengan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo). Nantinya, Menkominfo akan memilih enam dari 10 calon KRT-BRTI dari elemen masyarakat tersebut.

Enam tersebut kemudian bakal menduduki jabatan sebagai 'wasit' di sektor telekomunikasi. Sejauh ini proses seleksi tersebut sudah mendapat berbagai respons. Salah satunya datang dari Ahmad Alamsyah Saragih yang merupakan Komisioner Ombudsman RI.

Dia menyayangkan dari 10 calon KRT BRTI tersebut, tiga orang di antaranya terafiliasi dengan salah satu operator telekomunikasi di Indonesia. Bahkan ada yang masih menjadi karyawan aktif pada operator tersebut. "Ini tentu akan membuat potensi benturan kepentingan antara regulator dan operator tertentu tersebut," katanya dalam keterangan tertulisnya, Selasa (18/12).

Alamsyah mengakui bahwa memang aturan secara formal yang mengatur mengenai KRT BRTI dari operator belum ada. Namun, dari prinsip governance value atau tata kelola pemerintahan yang baik khususnya di regulator yang harus inparsial, sudah seharusnya pansel dan Menkominfo bisa mempertimbangkan kedekatan calon KRT BRTI dari unsur operator telekomunikasi tersebut.

"Seharusnya sebelum calon KRT BRTI tersebut bergabung menjadi KRT BRTI, harus ada masa jeda beberapa tahun terlebih dahulu. Ini disebabkan tugas vital dari BRTI sebagai regulator yang harus independen dan bisa menjaga kerahasiaan perusahaan telekomunikasi yang diawasinya," katanya.

Selain itu, tugas BRTI itu sangat vital yakni menyangkut kerahasiaan perusahaan telekomunikasi tempat mereka bekerja dahulu. Kemudian kerahasiaan perusahaan telekomunikasi yang akan diawasi oleh BRTI, kerahasiaan badan regulasi tersebut, relasi-relasi mereka saat ini dan kewajiban jangka pendek mereka saat ini.

"Meski tak ada regulasinya, namun dari sisi prinsip imparsialitas, mungkin Menkominfo dan panita seleksi bisa mempertimbangkan masa jeda untuk anggota KRT BRTI dari unsur masyarakat tersebut. Khususnya yang masih aktif menjadi karyawan salah satu operator,” terang Alamsyah.

Jika prinsip imparsialitas di BRTI tidak diperhatikan, Alamsyah memperkirakan akan membuat rumit BRTI dalam persepsi publik. Publik pastinya akan berspekulasi banyak seperti aneksasi dari kelompok bisnis atau operator tertentu yang menaruh orang-orangnya di badan regulasi.

“Salah satu kunci dari governance adalah public trust. Public trust diabaikan itu sudah tak zamannya lagi. Apa lagi di dunia IT. Ombudsman berharap Menkominfo dan panitia seleksi BRTI mengabaikan social capital yang dinamakan public trust,” tegas Alamsyah.

Memang operator bisa merekomendasikan KRT yang berasal dari unsur masyarakat. Akan tetapi para operator seharusnya merekomendasikan nama-nama public figure yang dianggap layak, independen, dan mengerti mengenai industri telekomunikasi. Tujuannya untuk men-support kepercayaan public kepada badan regulasi.

“Jadi seharusnya jalurnya operator bukannya malah menaruh orang-orangnya untuk duduk di BRTI seperti yang terjadi saat ini dengan dalih mencari orang yang berpengalaman di industri telekomunikasi. Harusnya operator memilih dari orang yang independen. Bukan untuk mewakili kepentingan operator tertentu. Tujuannya agar mereduksi aneksasi kepentingan dari salah satu operator,” terang Alamsyah.

Dia pun mengimbau agar Menkominfo tidak bermain-main dengan regulasi telekomunikasi karena menyangkut industri fundamental. Nasib bangsa ini ke depan akan ditentukan oleh regulasi telekomunikasi yang otonom dan imparsial. "Prinsip imparsialitas harus diterapkan secara baik dalam rekrutmen anggota BRTI. Jika tidak, akan merusak governance di sektor telekomunikasi ke depan," pungkasnya.

Editor           : Fadhil Al Birra
Reporter      : (fab/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini