JawaPos Radar | Iklan Jitu

5 Fakta Dedi Heryadi, Pria yang Mendadak Mewah dengan Mobil Rp 12 Ribu

18 Desember 2018, 11:36:51 WIB
Dedi Heryadi, Pengemudi Ojol, Mini Cooper
Dedi Heryadi berpose dengan mobil barunya, Mini Cooper, seharga Rp 12 ribu di kantor Bukalapak, Kemang, Jakarta Selatan, Senin (17/12). (Rian Alfianto/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com – Dedi Heryadi, 36, telah membuktikan bahwa nasib baik bisa jatuh pada siapa pun. Tak terkecuali dirinya. Siapa menyangka, Dedi yang sehari-harinya sebagai pengemudi ojek online (ojol) itu kini bisa memiliki mobil mewah seharga hampir Rp 1 miliar.

Dedi punya uang sebanyak itu? Bukan. Dedi beruntung menebus mobil mewah Mini Cooper tipe 3 Doors itu lewat program Serbu Seru Bukalapak hanya dengan uang Rp 12 ribu saja. Kini dirinya mendadak viral. Nasib baiknya mengundang rasa penasaran orang. Berikut JawaPos.com berikan lima fakta menarik soal Dedi si pemilik Mini Cooper ‘paling murah’ di Indonesia.

1. Iseng Ikuti Program Serbu Seru

Dedi Heryadi, Pengemudi Ojol, Mini Cooper
Founder Bukalapak Achmad Zaki (kiri) menyerahkan mobil Mini Cooper seharga Rp 12 ribu kepada Dedi Heryadi di kantor Bukalapak, Kemang, Jakarta Selatan, Senin (17/12). (Rian Alfianto/JawaPos.com)

Ya. Dedi mulanya hanya iseng ikut program tersebut. Seperti pernah kami beritakan sebelumnya. Dedi agaknya tak sampai hati mengadu peruntungannya di program tersebut. Dedi awalnya tidak menaruh harapan bisa mendapat Mini Cooper. Hanya saja dia memang rutin mengikuti program Serbu Seru. Dedi juga mengaku sudah sekitar setahun lebih aktif di Bukalapak.

Dia bahkan selalu mendapat notifikasi setiap ada program atau promo baru. "Saya juga tahu ada program itu dan sebelumnya memang rutin mengikuti program Serbu Seru. Awalnya seperti orang lain yang ikut nyerbu," tuturnya kepada JawaPos.com.

Namun, setiap kali dia mengikuti program tersebut, hasilnya selalu nihil. Saldo Bukalapak pun kembali keesokan harinya ketika gagal mendapat barang dambaannya. "Yang saya klik sudah macem-macem. Laptop, handphone, cuma nggak ada yang berhasil," kisahnya.

Nah, pas momen Harbolnas 12.12, dia awalnya mengincar handphone saat Serbu Seru berlangsung. Namun, saat itu program Bukalapak tersebut rupanya juga menawarkan Mini Cooper. Dia lantas memilih Mini Cooper.

"Ya namanya juga iseng, yaudah saya klik aja yang Mini Cooper. Barangkali dapat. Saya cari handphone dari 11.11 juga nggak dapet-dapet, kalah terus. Ya ternyata emang Bukalapak mau ngasihnya Mini Cooper. Alhamdulilah," katanya lalu tertawa.

2. Dedi Pengemudi Ojek Online

Fakta menarik kedua adalah profesinya. Apa yang salah dengan pengemudi ojol? Tidak. Tidak ada yang salah. Namun nyatanya latar belakang pekerjaannya itulah yang membuat dirinya kini viral bak artis papan atas. Siapa menyangka, pengemudi ojol bisa punya Mini Cooper. Mungkin kalau pemenang Mini Cooper seharga Rp 12 ribu itu adalah karyawan biasa, pengusaha atau pegawai negeri sipil (PNS) ceritanya tak akan semenarik ini.

“Memang salah tampang ojol begini naik Mini Cooper?” tanya Dedi sambil berseloroh kala menemui mobil yang mengubah nasibnya di kantor Bukalapak, Senin (17/12) kemarin.

Dedi senang bukan main. Shock. Tak menyangka. Keisengannya itu kini akan segera mengubah nasibnya. Ekspresi demikian begitu tampak dari raut wajah Dedi. Kami menyaksikan dirinya bahkan tak berani menyentuh mobil berkelir merahnya itu lantaran takut lecet.

Masih terkait profesinya, Dedi yang kerap beroperasi sekitar kawasan Bintaro itu menyebut akan setia terhadap pekerjaannya itu. Dedi agaknya enggan naik kelas ke pengemudi taksi online menggunakan mobil mewahnya itu. “Ya memang pekerjaan saya ngojek. Ya saya akan tetap ngojek. Alhamdulilah ngojek bisa menuhin kebutuhan istri dan tiga anak saya,” kata Dedi demikian.

3. Jauh dari Anak dan Istri

Selanjutnya, fakta yang tak kalah menarik adalah Dedi jauh dari anak dan istrinya. Dedi bercerita bahwa istri dan anaknya berada di kampung di Ciamis, Jawa Barat. Dedi menyebut bahwa dirinya tinggal di Kawasan Bintaro di sebuah rumah kontrakan yang berdekatan dengan kakaknya.

Ketiga anak Dedi terdiri atas dua perempuan dan satu laki-laki. Anak sulungnya perempuan duduk di bangku SMP kelas VII. Anak nomor dua juga perempuan, usianya 5 tahun. Sementara anak bungsunya masih tujuh bulan dan masih menyusu pada ibunya.

Dedi yang tinggal jauh dari anak dan istrinya terpaksa tak bisa mengajak mereka melihat secara langsung mobil mewahnya. Hanya bisa lewat foto selfie dan video call saja yang kemudian disaksikan keluarganya di kampung. Terlihat jelas. Kegembiraan Dedi tampak tak klimaks. Seperti ada yang mengganjal dalam hatinya. Dari sana jelas tergambar. Semewah apa pun barang yang dia punya di ibu kota, keluarganya di kampung tetap yang paling mewah.

Dedi berencana pulang kampung hari ini, Selasa (18/12). Hal tersebut diakuinya langsung kepada kami. Dia mengaku rindu dengan tiga anak dan istrinya. Terlebih lagi salah satu anaknya sempat dirawat karena tifus, namun kini sudah membaik. “Iya (mau pulang kampung). Mumpung urusannya sudah selesai. Paling semingguan di sana,” ungkapnya.

4. Tidak Mampu Bayar Pajak Mobil

Kisah Dedi dengan mobil mewahnya belum usai. Kini Mini Cooper itu malah membuat Dedi pusing. Kendaraan yang dibelinya dengan harga murah meriah itu rupanya mobil ‘kosong’ alias off the road.

Kata pihak Bukalapak, harga mobil Dedi sekitar Rp 720 jutaan. Harga tersebut belum termasuk surat-surat kendaraannya. Untuk dapat membawanya pulang, Dedi mesti mengeluarkan uang yang tak sedikit untuk perkara pajak dan pengurusan surat-surat kendaraannya. Pajaknya pun tak murah. Jelas, karena itu adalah mobil mewah.

Pihak Bukalapak menjabarkan bahwa Dedi dikenakan pajak sebesar 30 persen dari nilai total mobilnya seharga Rp 720 jutaan. Itu bukan pajak hadiah. Dedi tidak memenangkan hadiah apa pun. Dedi hanya bertindak sebagai pembeli.

Angka 30 persen dari nilai mobilnya itu merupakan akumulasi dari kewajiban-kewajiban yang mesti ditunaikan Dedi terkait pengurusan mobil barunya. Jika dihitung, Dedi setidaknya mesti merogoh kocek Rp 216 juta untuk membawa pulang Mini Cooper dengan keadaan siap jalan.

"Pajaknya mahal banget. Setahun saya ngojek saja belum bisa bayar pajaknya kali. Melihat kondisi pajak, paling mungkin kayaknya dijual. Nanti didiskusikan lagi dengan pihak Bukalapak," terangnya.

5. Berniat Menjual Mobilnya

Fakta terakhir dari kisah Dedi bahwa dirinya ingin menjual mobil mewahnya itu. “Mobil memang saya mau jual. Kebetulan pihak Bukalapak mau memfasilitasi penjualannya,” kata Dedi kepada JawaPos.com.

Diketahui pihak Bukalapak memang berencana membantu Dedi. Namun bantuan tersebut bukanlah dalam bentuk pembayaran pajak yang menjadi kewajiban Dedi. CEO dan Founder Bukalapak Achmad Zaky menyebut dirinya bersama tim akan membantu Dedi. Hal tersebut bisa terkait pengurusan surat-surat hingga kemungkinan membantu penjualan mobil mewah milik Dedi.

"Di belakang layar kita pasti bantu. Apakah itu terkait dengan pengurusan surat-surat kendaraan maupun keputusan menjual, jika Dedi ingin menjual. Kita pasti bantu. Namun terkait pajak, sudah ketentuannya demikian," jelas Zaky.

Sekadar informasi, Dedi menuturkan di media sosial Facebook miliknya bahwa sudah ada beberapa orang yang menawar mobil mewahnya itu. Harganya di bawah pasaran. Berkisar antara Rp 400 hingga Rp 500 juta. Namun Dedi masih enggan menanggapi tawaran di Facebook lantaran asal-usulnya yang tidak jelas. “Yang nawar di Facebook saya mah banyak. Pada komentar di posting-an saya,” pungkasnya.

Editor           : Fadhil Al Birra
Reporter      : (ce1/ryn/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini