alexametrics

Giliran Intelijen Jerman Tak Percaya Perangkat 5G Huawei

18 Maret 2019, 12:20:14 WIB

JawaPos.com – Tekanan Amerika Serikat (AS) terhadap sekutunya untuk tidak menerima Huawei sebagai mitra infrastruktur jaringan telekomunikasi agaknya semakin meluas. Terbaru, Badan Intelijen Jerman menyatakan bahwa mereka tidak percaya terhadap Huawei.

Sebagaimana JawaPos.com kutip dari laman Bloomberg, Senin (18/3), Badan Intelijen Jerman telah menyatakan bahwa Huawei bukan mitra yang dapat dipercaya dan tidak boleh menjadi bagian dari penyebaran jaringan 5G negara itu. Badan ini mendasarkan ketidakpercayaannya itu pada insiden yang relevan dengan keamanan di masa lalu.

Sebelumnya, intelijen Norwegia mengemukakan keprihatinan serupa dan Denmark setuju. Tentu saja, tekanan terbesar datang dari AS. Kedutaan AS di Berlin telah memperingatkan bahwa jaringan 5G yang berpotensi dikompromikan dapat membahayakan masa depan berbagi intelijen antara kedua negara.

Kekhawatirannya adalah Huawei telah membangun backdoors ke dalam perangkat kerasnya yang akan digunakan oleh pemerintah Tiongkok untuk memata-matai negara pasarnya. Tuduhan itulah yang membuat hubungan Huawei dari Tiongkok dengan AS memanas.

Pihak Huawei berkali-kali menyangkal. Perusahaan itu bahkan menggugat pemerintah AS karena melarangnya dan merusak reputasinya atas tuduhan yang tidak bisa dibuktikannya.

BnetzA, badan pengatur Jerman yang bertanggung jawab untuk telekomunikasi akan memulai lelang untuk band 5G dalam beberapa hari ke depan. Empat operator telah diterima dalam pelelangan tersebut, di antaranya, Drillisch Netz, Telefonica, Deutsche Telekom (T-Mobile), dan Vodafone. Total 420 MHz akan dilelang dari band 2 GHz dan 3,6 GHz. Namun, ketidakpastian tentang siapa yang akan menyediakan perangkat keras dapat menyebabkan penundaan dalam pelelangan.

Editor : Fadhil Al Birra

Reporter : Rian Alfianto

Copy Editor :

Giliran Intelijen Jerman Tak Percaya Perangkat 5G Huawei