alexametrics

Akui Ada Peretasan, Bos Bukalapak Pastikan Data Pengguna Masih Aman

18 Maret 2019, 13:16:46 WIB

JawaPos.com – Sebanyak 13 juta data pengguna Bukalapak dikabarkan dicuri hacker asal Pakistan bernama Gnosticplayers. Dikutip dari laman TheHackerNews, Senin (18/3), hacker tersebut mengklaim telah meretas puluhan situs populer dan menjual hasil retasannya di dark web. Nama Bukalapak masuk ke dalam daftar situs yang diretas tersebut.

Gnosticplayers mengaku telah meretas 890 juta akun pengguna dari 32 situs populer beberapa waktu lalu. Data yang diperolehnya kemudian dijual pada enam dark web dalam empat putaran. Tiga putaran di antaranya telah dilakukan bulan lalu pada dark web bernama Dream Market.

Pada putaran pertama, Gnosticplayers mengaku menjual 620 juta akun dari 16 situs. Kemudian dilanjutkan lagi dengan menjual 127 juta akun dari 8 situs dan ketiga dengan penjualan 92 juta akun dari 8 situs.

Bukalapak, Bukalapak diretas, Bukalapak di-hack
CEO Bukalapak Ahmad Zaky. (Dok. JawaPos.com)

Hacker tersebut mengaku sedang bersiap untuk menjual 27 juta akun pengguna yang berasal dari 6 situs lainnya pada putaran terakhir. Adapun hacker ini menjual masing-masing database curian secara terpisah di situs Dream Market. Bila ditotal, harganya mencapai 1,2431 bitcoin atau setara dengan USD 5.000 atau Rp 72 jutaan.

Berkenaan dengan hal tersebut, pihak Bukalapak mengakui bahwa memang ada upaya untuk meretas platform-nya beberapa waktu yang lalu. Namun, hal itu tidak ada data penting seperti user password, finansial atau informasi pribadi lainnya yang berhasil diretas.

CEO Bukalapak Achmad Zaky menyebut bahwa data yang dimakud peretas itu merupakan data lama. “Data yang disebutkan oleh peretas adalah data yang sudah usang,” katanya kepada JawaPos.com.

Sementara itu, Intan Wibisono selaku Head of Corporate Communications Bukalapak menerangkan, Bukalapak selalu meningkatkan sistem keamanan di platform-nya. Hal ini guna memastikan keamanan dan kenyamanan para pengguna Bukalapak. Termasuk memastikan data-data penting pengguna tidak disalahgunakan.

Dia mengakui bahwa upaya peretasan seperti ini memang sangat berpotensi terjadi di industri digital. Bukalapak pun selalu mengimbau para penggunanya untuk lebih memperhatikan keamanan bertransaksi. “Ganti password Anda secara berkala serta aktifkan Two-Factor Authentication (TFA) yaitu fitur untuk mencegah jika ada penggunaan atau penyalahgunaan data penting dari device yang tidak dikenali,” jelasnya.

Dia juga menyarankan pengguna untuk menjaga kerahasiaan password dan menggunakan security guide yang sudah disediakan Bukalapak. “Bukalapak akan selalu bekerja sama dengan para pengguna kami, demi kenyamanan mereka selama bertransaksi,” pungkasnya.

Catatan Redaksi:

Redaksi mengubah judul yang semula 13 Juta Data Pengguna Bobol, Bos Bukalapak Bantah Situsnya Diretas, menjadi Akui Ada Peretasan, Bos Bukalapak Pastikan Data Pengguna Masih Aman.

Editor : Fadhil Al Birra

Reporter : Rian Alfianto

Copy Editor : Fersita Felicia Facette

Akui Ada Peretasan, Bos Bukalapak Pastikan Data Pengguna Masih Aman