JawaPos Radar | Iklan Jitu

Mengenal Kehebatan USB Type C dan Power Delivery, Jauh Lebih Kencang!

17 November 2018, 14:03:19 WIB | Editor: Fadhil Al Birra
USB Type C, USB Power Delivery, Perbedaan USB Type C dan USB Power Delivery
Jenis-jenis USB dari masa ke masa. (Wirecutter)
Share this

JawaPos.com - Teknologi USB Type-C semakin populer digunakan pada smartphone terbaru yang meluncur beberapa tahun terakhir. Selain lebih andal, USB Type-C juga memiliki beberapa kelebihan dibanding versi sebelumnya.

Bentuknya pun pipih memanjang serta dapat dicolok atau ditanamkan ke port dari berbagai sisi. Dengan kata lain, USB Type-C bisa dibolak-balik pemakaiannya.

Kendati bukan teknologi baru, namun alat yang menjadi bagian penting pada perangkat gadget semisal smartphone, tablet, atau komputer jinjing ini belum banyak yang mengetahuinya. Pasalnya, adopsi USB Type-C masih terbatas pada perangkat level market menengah ke atas saja.

Teknologi USB termutakhir rupanya belum rampung pada Type-C. Kini ada lagi yang namanya USB Power Delivery (PD) yang disebut jauh lebih hebat dari USB Type-C.

Teknologi apa lagi itu? Tenang, dalam artikel ini, JawaPos.com akan menjabarkan satu persatu jenis-jenis USB tersebut.

USB Type C, USB Power Delivery, Perbedaan USB Type C dan USB Power Delivery
Karakteristik USB dari masa ke masa. (CNet)

Agar lebih jelas, ada baiknya mengulas singkat terlebih dulu perkembangan USB dari tahun ke tahun. Secara umum, USB yang merupakan singkatan dari Universal Serial Bus biasa dikenal berdasarkan versi dan tipe.

Versi USB meliputi USB 1.0, USB 2.0, USB 3.0, dan terakhir USB 3.1. Sementara jika mengacu pada tipe, USB terdiri atas A, B, dan paling baru C. USB berdasarkan versi lebih mengarah pada kecepatan dan fungsi, sedangkan USB berdasarkan tipe merunut pada bentuk fisik dan kabel.

Teknologi USB awalnya muncul sekitar 1996 dengan konektor USB Tipe-A. USB 1.0 ini mungkin masih kamu temukan di PC dan laptop. Misalnya USB Flashdrive, USB Modem, USB extender, USB Hub, dan banyak lagi.

Selanjutnya, sekitar tahun 2000-an, USB 2.0 muncul yang juga melahirkan Tipe-B serta varian lain, seperti micro USB dan mini USB. USB generasi kedua ini juga banyak digunakan pada peripheral komputer, seperti pada printer dan scanner. Banyak pula smartphone sekarang ini yang memakai USB tipe-B.

USB 2.0 tersebut juga bersifat kompatibel. Artinya, setiap perangkat yang menggunakan teknologi USB 1.0 bisa digunakan di USB 2.0. Jenis-jenis USB tersebut sudah hadir dalam versi 3.0 sekitar 2008 dan menyusul versi USB 3.1 pada 2013. Akhirnya USB Type-C pun datang pada 2014 lalu.

Seperti disinggung di atas, USB Type-A, B, micro, dan mini, semuanya berbagi koneksi internal dasar yang sama. Hanya saja bentuk port berbeda-beda. Pun dengan versi 3.0 tentunya hadir dengan kecepatan transfer data lebih cepat dibanding versi sebelumnya.

USB Type C, USB Power Delivery, Perbedaan USB Type C dan USB Power Delivery
Penjelasan pin USB dari USB 2.0 sampai USB Type-C. (AndroidAuthority)

USB Type-C

Nah, kini kita fokus ke USB Type-C. Sebagaimana JawaPos.com kutip dari laman AndroidAuthority, Minggu (10/11), USB-C merupakan spesifikasi USB untuk sebuah konektor yang memiliki delapan hingga 24-pin. Port USB-C bisa dibolak-balik untuk keperluan transfer data maupun pengisian baterai.

Spesifikasi USB Type-C versi 1.0 pertama kali diterbitkan oleh USB Implementers Forum (USB-IF) dan diselesaikan pada Agustus 2014. USB Type-C dikembangkan kurang lebih pada waktu yang sama dengan spesifikasi USB 3.1. Namun, jika sebuah perangkat menggunakan konektor USB Type-C, maka hal itu bukan berarti perangkat tersebut mendukung USB 3.1 maupun USB PD.

USB Type-C memiliki tiga kali lipat jumlah pin dari USB 3.0, yakni delapan hingga 24 pin. Begitu juga dengan desain reversibel pertama, USB Type-C dapat memperluas fungsi dan kemampuannya.

Meskipun peningkatan besar dalam jumlah pin, USB Type-C memiliki konektor sangat kecil sehingga tidak memerlukan ruang lebih dari port micro USB lama. Ini salah satu alasan mengapa USB-C digadang-gadang akan menjadi standar baru industri. Khususnya smartphone. Dalam hal kecepatan, USB Type-C dirancang untuk menawarkan kecepatan yang sama seperti USB 3.1 Gen 2.

Itu berarti USB Type-C sanggup memikul hingga 10 Gbps transfer data. Angka tersebut dua kali lebih cepat dari port USB 3.0 standar yang menawarkan 5 Gbps dan lebih dari 20 kali lebih cepat dari kecepatan data 480 Mbps dari USB 2.0.

USB Type C, USB Power Delivery, Perbedaan USB Type C dan USB Power Delivery
Tabel karakteristik USB dari 2.0 hingga USB PD. (Dirangkum dari berbagai sumber)

Untuk urusan daya, mulai dari bawah, semua perangkat USB 2.0 menyediakan maximum 500 mA dengan 5 volt. Sementara dengan port USB 3.1 meningkat menjadi 900 mA. Begitu pun port USB Type-C dapat dikonfigurasi dalam mode pengisian cepat pada 1,5 A atau 3 A untuk menghasilkan daya yang lebih besar saat terhubung ke perangkat atau charger USB tipe lain. Satu port Tipe-C untuk semua type USB lainnya. Untuk lebih jelas, bisa melihat tabel di atas.

Selain daya dan data, USB Type-C juga dirancang untuk mendukung berbagai macam mode dan standar yang berbeda. Hal ini menjadikan USB-C sebagai solusi satu ukuran untuk semua pilihan teknologi.

USB Type-C mendukung sejumlah mode audio dan video, juga mengatur konektor untuk menjadi pengganti headphone jack 3.5mm dan kabel HDMI. Untuk audio, konektor mendukung audio digital melalui spesifikasi kelas Audio USB versi 3.0.

Headset analog juga didukung melalui konektor melalui Mode Aksesori Adaptor Audio yang mengganti pin SBU dan CC port untuk koneksi mikrofon kiri, kanan, dan mikrofon. Dengan konektor pass-through, perangkat juga dapat diisi daya sebesar 5V atay 500 mA.

Selain audio, USB Type-C mendukung aspek video. Video bisa datang dalam berbagai bentuk, termasuk HDMI, superMHL, dan standar DisplayPort. Ini diaktifkan melalui Mode Alternatif yang membebaskan SBU dan pin data berkecepatan tinggi untuk digunakan dengan standar lain. Mode Alt HDMI tersedia melalui kabel konverter, memungkinkan hingga resolusi 4K, surround sound, bahkan pemutaran konten 3D.

USB Type C, USB Power Delivery, Perbedaan USB Type C dan USB Power Delivery
USB Power Delivery (PD) dengan dua kepala USB Type-C. (3HLink)

USB Power Delivery (PD)

Melangkah meninggalkan aspek audio dan video. USB Type-C juga mendukung adanya transfer daya lebih cepat menggunakan USB PD. Bedanya USB Type-C dan USB PD, yakni USB PD hanya dapat digunakan dengan kedua port-nya adalah USB Type-C.

Terjawab? Jadi, USB PD merupakan USB dengan kedua kepalanya yang mendukung port Type-C. Sederhananya, USB PD adalah USB Type-C dengan dua kepala. Jika kabel USB yang kamu punya memiliki ujung USB Type-C dan USB Type-A atau Type-B, maka itu bukanlah USB PD. Kedua ujung USB PD menggunakan konektor USB Type-C.

USB PD merupakan power adapter charger USB dengan teknologi penghantar daya yang diklaim pintar dan aman dengan memenuhi standar keselamatan USB-IF. Bahkan USB PD dikatakan mendukung hingga 100 Watt aliran daya listrik di dalamnya.

Hadirnya USB Type-C dan USB PD tersebut tentu mengubah cara pengisian ulang daya perangkat gadget. Pabrik-pabrik smartphone dan laptop saat ini mulai menyematkan USB Type-C yang memungkinkan berbagi daya antarperangkat menjadi lebih cepat, aman, dan efisien.

Berbekal teknologi PD yang berangkat dari USB Type-C, kini mengisi ulang daya gadget bisa semakin mudah. Pasalnya, perangkat-perangkat yang sudah mengenakan teknologi USB Type-C bisa menggunakan pula USB PD (jika memiliki kabel dua kepala dengan USB Type-C).

Dengan teknologi tersebut, nantinya dengan satu perangkat kabel saja bisa melakukan beragam jenis pengisian ulang daya seperti kamera, TV, tablet, dan lainnya yang menggunakan port USB Type-C.

USB Type C, USB Power Delivery, Perbedaan USB Type C dan USB Power Delivery
iPad Pro dengan port USB Type-C. (iMore)

Beberapa vendor teknologi kenamaan juga sudah menggunakan teknologi dimaksud seperti Apple lewat trio iPhone terbarunya, MacBook Air, dan iPad Pro. Semuanya sudah mendukung USB Type-C dan pada akhirnya bisa mendukung fitur USB PD.

Singkatnya, USB PD yang berangkat dari teknologi USB Type-C mendukung kegiatan transfer data dan daya tanpa batas. USB Type-C juga mampu mewujudkan hal menarik tentang transfer data dan daya. Contohnya kamu dapat menggunakan power bank portabel untuk mengisi daya laptop.

Lainnya, kamu juga dapat mengisi daya smartphone dari laptop dan mengisi baterai headset bluetooth dari smartphone, serta masih banyak kegunaan lainnya. Untuk data pun demikian.

Berbekal USB PD, untuk urusan transfer daya juga jadi lebih efisien. Misalnya, kamu dapat mentransfer data dari kamera ke smartphone, dari smartphone ke laptop, dari laptop ke printer dengan sangat mudah.

(ryn/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up