JawaPos Radar

TokoPandai Diakui IMF-World Bank sebagai Platform Bisnis Inovatif

16/10/2018, 15:17 WIB | Editor: Fadhil Al Birra
Reza Valdo Maspaitella, TokoPandai, Reza Valdo TokoPandai
Presiden Direktur Valdo Group, Reza Valdo Maspaitella (Rian Alfianto/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - TokoPandai mendapat pengakuan dari IMF- World Bank sebagai platform fintech innovatif dari Indonesia. Hal tersebut sejalan dengan misi TokoPandai yang mengajak pelaku bisnis toko tradisional untuk go digital. TokoPandai sendiri merupakan platform digital Supply Chain milik kolaborasi Valdo Group dan Astrum.

Presiden Direktur Valdo Group Reza Valdo Maspaitella mengungkapkan, TokoPandai telah mengubah cara masyarakat melakukan bisnis di toko-toko tradisional di Indonesia. “Dengan demikian, TokoPandai telah meningkatkan kemampuan dan kompetisi untuk toko-toko ritel berskala kecil dan menengah,” ujarnya di acara jumpa pers di Jakarta.

Dia melanjutkan, TokoPandai telah membuka akses dan menghubungkan toko-toko tradisional dengan stakeholders melalui cara kerja digital. TokoPandai juga telah melakukan transformasi dalam cara berbisnis toko tradisional. Hal tersebut mulai dari pendekatan berbasis manual dan penggunaan kertas menjadi pendekatan berbasis aplikasi digital dengan penggunaan sistem monitor digital terdepan.

“Di Valdo Group kami memiliki visi dan misi bahwa setiap pembangunan ekonomi digital, kami tidak akan merusak sistem ekonomi tradisional yang sudah ada. Prinsipnya, kami tidak akan bersikap merusak tatanan tradisional yang sudah berjalan dengan baik namun kami melakukan transformasi atau perubahan digital pada tatanan tradisional yang ada untuk kesinambungan usaha mereka di era digital ini,” terang Reza.

Adapun dia menyebut bahwa pendekatan ekosistem yang dibangun di Valdo Group adalah ekosistem pembangunan ekonomi digital yang berkolaborasi dengan key stakeholders.

Selain TokoPandai, dalam tahap pengembangan dan implementasi, Valdo Group juga mengklaim telah mengembangkan beberapa inisiatif-inisiatif ekosistem pembangunan ekonomi digital. Adapun beberapa pengembangan tersebut adalah Smart Province dan Smart City, Business-to-Business Digitalization melalui TokoPandai, pemberdayaan masyarakat, wirausaha melalui Gerai @ccess, serta pasar internasional dengan mendorong ekspor dan investasi melalui Indonesia @ccess. Indonesia @ccess sendiri sebagai one-stop portal untuk perdagangan, pariwisata, dan investasi.

(ryn/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up