JawaPos Radar

Menkominfo Pastikan Pengguna Internet Tak Bisa Lagi Cari Gambar Porno

16/08/2018, 11:16 WIB | Editor: Fadhil Al Birra
gambar porno, menkominfo rudiantara, menkominfo gambar porno
Menkominfo Rudiantara di sebuah acara di Jakarta, Rabu (15/8) malam. (Rian Alfianto/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com – Beberapa pekan lalu, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) memulai uji coba aktivasi masal mode Safe Search di mesin pencari Google dan perambannya. Menkominfo Rudiantara menyebut bahwa routing Safe Search di Google sudah 98 persen. Jika benar demikian, berarti Google akan bersih dari konten bermuatan pornografi, baik melalui situs maupun hasil pencarian Google Image.

Bersihnya laman Google Image dari gambar-gambar layak sensor mulai terasa sejak Kemenkominfo melalui Ditjen Aplikasi dan Informatika (Aptika) melakukan pertemuan dengan operator telekomunikasi, penyedia layanan internet (ISP), dan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) awal bulan lalu.

Melalui pertemuan tersebut, ISP dan APJII sepakat akan melakukan routing traffic internet agar sesegera mungkin bersih dari konten negatif semisal pornografi. Secara sederhana, hasil pencarian konten porno melalui Google akan tersaring oleh mode Safe Search ini.

gambar porno, menkominfo rudiantara, menkominfo gambar porno
Hasil pencarian konten berunsur pornografi dengan kata kunci 'Naked'. Sudah tidak bisa ditemukan hasil berunsur pornografi disertai peringatan konten negatif. (Rian Alfianto/JawaPos.com)

Chief RA, sapaan karib Rudiantara, mengatakan bahwa routing Safe Search sudah hampir menyentuh angka 100 persen. “Sudah 98 persenan lah kira-kira,” ujarnya saat ditemui JawaPos.com usai menghadiri sebuah acara di Jakarta, Rabu (15/8) malam.

“Itu sudah mencapai angka segitu (98 persen) sudah lumayan. Orang-orang yang mencoba mencari gambar, maaf, porno misalnya, itu sudah tidak bisa, karena kan routing-nya sudah terarah. Yang mencoba mencari (gambar porno) akan langsung terfilter oleh Safe Search yang diaktifkan ISP tadi,” ujar Chief RA.

Meski meyakini persentase routing Safe Search sudah menyentuh angka 98 persen, Rudiantara tidak menampik bahwa akan selalu ada pengguna internet nakal yang ‘mengakali’ sistem dengan menggunakan VPN untuk tetap mencari konten berkonotasi negatif itu. Kendati begitu, Rudiantara menyebut bahwa konten yang tidak tersaring gara-gara menggunakan VPN kecil jumlahnya.

“Akan tetap ada itu (yang tidak tersaring). Selalu ada kendala teknis lah. Namun angka segitu sudah bagus untuk memfilter konten porno di Google,” terang Rudiantara.

Seperti diketahui, dalam pemberitaan sebelumnya, pekan lalu sudah ada 25 ISP yang menerapkan setting Safe Search secara masal untuk akses ke Google. Rudiantara menyebut bahwa ada ratusan ISP di Indonesia yang nantinya akan digandeng untuk ikut aktif mereduksi konten negatif di jagat maya.

Namun sayangnya, ketika ditanya hingga saat ini jumlah ISP yang sudah tercatat, Rudiantara belum bisa memastikan berapa penambahan jumlah ISP yang sudah mengaktifkan Safe Search.

Sekadar informasi, mode Safe Search pada engine Google memang awalnya sudah ada, tetapi sifatnya untuk kebutuhan personal. Misalnya orang tua ingin membatasi penggunaan internet anak-anak mereka agar tidak mengakses situs yang 'aneh-aneh'. Namun mode aman itu rupanya masih disalahgunakan banyak pihak yang berbuntut Kemenkominfo meminta pihak terkait untuk mengaktifkannya secara default bagi user internet di Indonesia.

Saat ini baru mesin pencari Google yang benar-benar bebas dari konten pornografi. Sementara untuk mesin pencari lainnya seperti Yahoo, Bing, dan lain-lain masih dalam proses. Begitu pun dengan aplikasi dan situs lainnya semisal Twitter dan Instagram.

JawaPos.com kembali menjajal apakah gambar berbau pornografi benar sudah tidak bisa di akses lewat mesin pencari Google. Hasilnya ternyata benar demikian. Pencarian JawaPos.com menggunakan kata kunci dalam bahasa Inggris ‘Naked’ yang berarti telanjang.

Jika sebelum fitur Safe Search ini diaktifkan, pengguna tentu akan menemukan gambar yang relate dengan keyword yang mereka cari. Namun sejak fitur tersebut aktif, Google Image boleh dibilang relatif lebih ‘sopan’ untuk pencarian menggunakan kata-kata berunsur pornografi sekali pun. Pembuktian JawaPos.com berjalan efektif di peramban Google Chrome dan Mozilla Firefox yang notabene paling banyak digunakan user internet di Indonesia maupun dunia.

(ce1/ryn/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up