JawaPos Radar

Diklaim Lebih Hemat, Lifi Produk BPPT Bakal Jadi Pesaing Wifi

16/08/2018, 09:09 WIB | Editor: Ilham Safutra
Diklaim Lebih Hemat, Lifi Produk BPPT Bakal Jadi Pesaing Wifi
Ilustrasi: Iifi karya BPPT diklaim bisa menyaingi wifi karena dianggap lebih hemat data. (Pixabay.com)
Share this

JawaPos.com - Indonesia bakal memiliki produk teknologi jaringan nirkabel yang akan menyaingi wifi (wireless fidelity). Namanya lifi (light fidelity) yang barus saja berhasil diciptakan oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Saat ini lifi sudah ada prototipenya.

Deputi Bidang Teknologi Informasi, Energi, dan Material (TIEM) BPPT Eniya Listiyani Dewi menuturkan, tahun depan pihaknya berharap bisa menggandeng industri untuk hilirisasi teknologi lifi di Indonesia.

"Lifi lebih save karena mengurangi gelombang elektromagnetik," katanya dalam forum Business Gathering BPPT di Jakarta kemarin (15/8).

Diklaim Lebih Hemat, Lifi Produk BPPT Bakal Jadi Pesaing Wifi
Ilustrasi: Iifi karya BPPT diklaim bisa menyaingi wifi karena dianggap lebih hemat data. (Pixabay.com)

Lifi lebih aman, jelasnya, karena mengurangi gelombang elektromagnetik. Eniya menuturkan, dalam teknologi wifi, lalu lintas dipancarkan melalui gelombang radio. Pemanfaatan gelombang radio tersebut memiliki keterbatasan kapasitas spektrum dan bandwidth. Akibatnya, dalam penggunaan wifi ada potensi berebut bandwidth.

Sementara itu, lifi memanfaatkan sinar LED untuk memancarkan atau mengirimkan data. Lifi juga memiliki kelebihan tidak membahayakan tubuh manusia. "Selain itu, tidak menimbulkan interferensi gelombang," jelasnya.

Keunggulan lainnya, spektrum cahaya lebih lebar jika dibandingkan dengan spektrum gelombang radio. Selain itu, lifi menawarkan kapasitas bandwidth lebih besar.

Upaya BPPT mengembangkan lifi mendapat respons positif dari Prof Anton Satria Prabowono. Guru besar di Department of Information Technology King Abdulaziz University, Arab Saudi, itu menyatakan, teknologi lifi memang sedang menjadi perbincangan di dunia.

"Dari aspek teknis penembakan cahaya lebih cepat," katanya ketika dihubungi Jawa Pos setelah mengikuti kegiatan diaspora di Politeknik Negeri Semarang (Polines) kemarin.

Dia menjelaskan, pemanfaatan gelombang radio untuk wifi selama ini sudah cepat. Tetapi, pemanfaatan sinar LED bisa membuatnya lebih cepat. 

(wan/c5/ttg)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up