alexametrics

Terlanjur Salah Paham, Ini Tujuan Asli Cuitan Bos Bukalapak Soal R&D

16 Februari 2019, 13:00:31 WIB

JawaPos.com – Sebelum ramai tanda pagar #uninstallbukalapak di trending topik twitter, CEO Bukalapak Achmad Zaky menyampaikan kritiknya terhadap budget Research dan Development (R&D) Indonesia yang minim. Hal itu bertolak belakang dengan Revolusi Industri 4.0 yang digaungkan pemerintah Presiden Joko Widodo. Lalu, apa substansi dari cuitan alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) tersebut?

“Saya pikir semangatnya antara pemerintah dan kami pelaku industri sama sama harus membangun riset. Poin cuitan saya bukan hanya untuk negara tapi pelaku bisnis,” terangnya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Sabtu (16/2).

Dia bilang, dana riset tak hanya untuk pemerintah. Amerika Serikat dan negara maju lain menyiapkan dana riset besar. “Saya ajak pengusaha untuk bisa kerja sama dengan universitas dan pemerintah. Yuk sama-sama fokus di SDM,” terangnya.

“Saya apresiasi apa yang dilakukan  pemerintah. Pemerintah juga sudah punya plan membuat indonesia maju berbasis inovasi. Bukalapak juga support dan Bukalapak sedang mengembangkan  pusat riset, kemarin di bandung nanti Jogja, Surabaya, dan Medan,” lanjutnya.

Selanjutnya, mengenai data yang digunakan Zaky, ia mengaku mengacu pada wikipedia. Namun,  persoalan utamanya adalah semangatnya. Ia ingin pemerintah, pelaku usaha, universitas bisa lebih giat lagi dalam mengembangkan riset. Di negara maju, semuanya perang menggunakan inovasi bukan lagi perang harga.

“Datanya kan wikipedia. Saya pikir semangatnya. Saya belum dapat data update terbaru. Saya pikir semangatnya,” jelasnya.

Sekedar mengingatkan, Achmad Zaky sempat mencuit tentang budget R&D beberapa negara. “Omong kosong industri 4.0 kalau budget R&D; negara kita kaya gini (2016, in USD) 1. US 511B 2. China 451B 3. Jepang 165B 4. Jerman 118B 5. Korea 91B 11. Taiwan 33B 14. Australia 23B 24. Malaysia 10B 25. Spore 10B 43. Indonesia 2B. Mudah2an presiden baru bisa naikin,” tulis Zaky di cuitannya. Cuitan tersebut kini telah dihapus. 

Kalimat presiden baru yang dicuit Zaky itu malah disalahartikan oleh para netizen. Alhasil, cuitan Zaky pun jadi terseret ke dalam ranah politik. Menyadari cuitannya tersebut mengundang kontroversi ia langsung memberikan klarifikasi melalui cuitan selanjutnya.

“Buat pendukung pak Jokowi, saya mohon maaf jika ada yang kurang sesuai kata-kata saya jadi misperception. Saya kenal Pak Jokowi orang baik. Bahkan sudah saya anggap seperti ayah sendiri karena sama-sama orang solo. Kemarin juga hadir di HUT kami. Tidak ada niat buruk tentunya dari cuitan saya,” katanya.
 
 

Editor : Dyah Ratna Meta Novia

Reporter : Uji Sukma Medianti

Terlanjur Salah Paham, Ini Tujuan Asli Cuitan Bos Bukalapak Soal R&D