JawaPos Radar | Iklan Jitu

Menkominfo Tegaskan Siap Cabut Izin Frekuensi First Media dan Bolt

13 November 2018, 18:35:21 WIB | Editor: Fadhil Al Birra
Menkominfo Tegaskan Siap Cabut Izin Frekuensi First Media dan Bolt
Menkominfo Rudiantara. (Rian Alfianto/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Menteri Komunikasi dan Informatika angkat bicara terkait dengan masalah PT First Media Tbk (KVLB). Dia meminta PT First Media Tbk (KVLB) segera melaksanakan kewajiban pembayaran utangnya soal Biaya Hak Penggunaan(BHP) Frekuensi radio 2,3 Ghz yang belum dibayarkan.

"Sebagai regulator kita mengevaluasi kinerja dan kewajiban operator. First Media dan Internux (Bolt) tetap harus melaksanakan kewajiban," ujarnya usai meresmikan Laboratorium IoT X-Camp di Jakarta, Selasa (13/11).

First Media dan Internux, lanjut Chief RA, sapaan akrabnya, akan tetap dikenakan sanksi pencabutan hak penggunaan frekuensi jika hingga batas tempo 17 November mendatang tidak melakukan kewajiban. "Iya (dicabut penggunaan frekuensi). Pengguna yang menggunakan layanan 2,3 GHz bisa kehilangan layanannya dan First Media harus bertanggung jawab," tegasny.

Seperti diberitakan sebelumnya, PT First Media Tbk (KBLV) tersandung utang BHP selama periode 2016-2018 senilai hampir Rp 500 miliar oleh Kemenkominfo. Kendati demikian, PT First Media Tbk (KBLV) malah menggugat Kemenkominfo ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

Menyoal gugatan yang dilayangkan, Rudiantara bicara kepada awak media untuk membayangkan bagaimana perasaan orang yang diutangi malah menggugat pengutang. "Ya bayangkan saja sendiri bagaimana perasaannya. Kalau kalian digugat orang yang punya utang ke kalian," jelas Rudiantara.

Sekadar informasi, hari ini Selasa (13/11), Kemenkominfo diagendakan untuk mendengar tuntutan PT First Media Tbk (KBLV) di PTUN Jakarta. Rudiantara juga menyebut apapun yang akan terjadi hari ini tidak akan mempengaruhi batas akhir pembayaran utang 17 November mendatang.

(ryn/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up