JawaPos Radar | Iklan Jitu

Microsoft: SDM yang Masih Minim Hambat Implementasi AI di Indonesia

13 Maret 2019, 12:55:36 WIB
Haris Izmee Microsoft, Microsoft implementasi ai, Microsoft AI Indonesia
Presiden Direktur Microsoft Indonesia, Haris Izmee (Rian Alfianto/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dipredikisi bakal berkembang pesat tahun-tahun mendatang. Implementasinya yang luas akan banyak membantu pekerjaan manusia di berbagai sektor termasuk industri.

Presiden Direktur Microsoft Indonesia Haris Izmee mengatakan, implementasi AI di Indonesia masih terkendala kurangnya Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompeten. Selain itu, rendahnya implementasi AI di Indonesia untuk sektor industri lantaran masih adanya perbedaan pandangan soal AI antara pemimpin perusahaan dengan karyawan.

artificial intelligence, Microsoft implementasi ai, Microsoft AI Indonesia
Ilustrasi: Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan. (Vlab)

"Untuk dapat meraih potensi tersebut (keuntungan di berbagai sektor atas kemudahannya) secara menyeluruh. Dibutuhkan SDM yang memadai untuk tetap relevan di lingkungan bisnis berbasis AI," katanya di sesi media di Jakarta, Selasa (12/3).

Haris memaparkan, tahun ini Microsoft bersama IDC melakukan riset bertajuk 'Future Ready Business: Assesing Asia Pacific's Growth Potential Through AI'. Dalam risetnya itu, mereka menyurvei 112 pemimpin bisnis dan 101 karyawan di Indonesia. Terlepas dari potensi ekonomi yang bisa diraih di Indonesia terkait AI, hasilnya hanya 14 persen organisasi yang benar-benar telah mengimplementasikan AI.

Menurut Haris, meski saat ini implementasi AI terbilang rendah, namun pada masa depan jika dibandingkan dengan negara kawasan APAC dengan nilai 42 persen, Indonesia memiliki nilai perbaikan inovasi yang lebih besar yakni 57 persen di tahun 2021. Haris juga menepis kekhawatiran AI bakal menggantikan tugas manusia.

Pasalnya, pusat AI adalah manusia itu sendiri. Teknologi AI diciptakan untuk menyelesaikan pekerjaan yang menghambat produktivitas manusia. Namun teknologi tersebut tidak dirancang untuk berinteraksi selayaknya manusia. "Tingginya permintaan terhadap AI yang dalam pembuatannya menbutuhkan soft skill menandakan bahwa AI masih membutuhkan manusia, bukan menggantikan manusia," katanya.

Bagi Microsoft, lanjut Haris, AI adalah tentang meningkatkan kecerdikan manusia. Bukan menggantikan manusia secara keseluruhan. "Pola pikir inilah yang kami bangun dan sosialisasikan ke masyarakat. AI adalah instrumen yang mendorong manusia untuk mampu mencapai lebih melalui keterampilan baru yang diciptakan untuk dapat mengoperasikan teknologi tersebut," jelasnya.

Editor           : Fadhil Al Birra
Reporter      : Rian Alfianto

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini