JawaPos Radar | Iklan Jitu

Bermasalah dengan Kominfo, First Media Klaim Layanan Tak Terganggu

12 November 2018, 12:10:34 WIB | Editor: Fadhil Al Birra
First Media, First Media Kominfo, Kominfo First Media
Ilustrasi: antena BTS. Bermasalah dengan Kominfo, First Media Klaim Layanan Tak Terganggu (Pixabay)
Share this

JawaPos.com – Penyedia jasa internet First Media mengaku layanannya kepada konsumen tidak terganggu meski saat ini tengah bermasalah dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo). Adapun masalah perusahaan milik Lippo Group itu lantaran Biaya Hak Penggunaan (BHP) frekuensi radio 2,3 GHz yang belum dibayar sejak 2016-2018.

Terkait dengan klaim layanan yang tidak terganggu, hal ini lantaran masalah yang menimpa First Media dengan Kemenkominfo berbeda konteks. Masalah yang menyandung First Media dengan Kemenkominfo adalah PT First Media Tbk (KBLV). Sementara untuk layanan yang disediakan PT Link Net Tbk (LINK) dengan merek First Media diklaim tetap baik-baik saja.

Sebagaimana diketahui, PT Link Net Tbk (LINK) dengan merek First Media menyediakan layanan TV kabel dan High Speed Broadband Cable Internet. Jadi, menyangkut pemberitaan terkait gugatan PT First Media Tbk (KBLV) ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) dan kabar tunggakan BHP hingga Rp 500 miliar tidak berimbas kepada layanan pelanggan PT Link Net Tbk (LINK) ke masayarakat.

“Layanan yang dioperasikan oleh PT First Media Tbk (KBLV) adalah layanan internet berbasis nirkabel dengan menggunakan teknologi 4G LTE. Sedangkan, layanan First Media yang dioperasikan oleh PT LinkNet Tbk (LINK) adalah layanan TV kabel dan High Speed Broadband Internet berbasis kabel menggunakan teknologi Hybrid Fiber Coaxial (HFC),” ujar pihak PT Link Net Tbk (LINK) dalam keterangan tertulisnya kepada JawaPos.com.

Dengan demikian, lanjut pihak PT Link Net Tbk (LINK), pemberitaan di media massa tersebut tidak berdampak apapun terhadap layanan First Media yang dinikmati oleh pelanggan saat ini.

Tidak hanya PT First Media Tbk (KBLV) yang tersandung masalah dengan Kemenkominfo, lini usaha lainnya dari Lippo Group, PT Internux yang menjadi produsen modem Bolt juga demikian. Sama dengan PT First Media Tbk (KBLV), PT Internux atau Bolt juga terancam dicabut izinnya lantaran tunggakan BHP frekuensi radio 2,3 GHz sejak 2016-2018 belum dibayar.

Kendati begitu, seperti diberitakan sebelumnya, PT Internux juga mengaku terus meningkatkan kualitas layanannya dengan menghadirkan broadband mobile data dan internet to homes melalui infrastruktur jaringan sebanyak 3.000 BTS. Dengan jaringan terbaru itu, layanan Bolt diklaim akan semakin berkualitas mencakup wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, dan Banten.

(ryn/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up