JawaPos Radar

Aturan Baru untuk Penumpang Pesawat, Powerbank Dicek sebelum Masuk

12/03/2018, 14:16 WIB | Editor: Ilham Safutra
Aturan Baru untuk Penumpang Pesawat, Powerbank Dicek sebelum Masuk
Kemenhub membuat ketentuan soal powerbank yang boleh dibawa ke dalam kabin pesawat. (Pixabay.com)
Share this image

JawaPos.com - Penumpang yang hendak naik pesawat sebaiknya mengecek kapasitas powerbank yang akan dibawa masuk kabin. Per 9 Maret lalu, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan mengeluarkan surat edaran yang mengatur powerbank yang boleh dibawa masuk ke kabin.

Dalam surat edaran bernomor SE 1015/2017 itu disebutkan bahwa powerbank yang ditoleransi masuk kabin adalah yang memiliki kapasitas tidak lebih dari 100 Wh atau setara dengan 27.000 mAh. Sementara itu, batasan voltase 3.5 V-3.85 V.

Daya 100 Wh-160 Wh masih dimungkinkan dibawa masuk kabin. Namun, harus ada persetujuan maskapai.

Aturan Baru untuk Penumpang Pesawat, Powerbank Dicek sebelum Masuk
Kemenhub membuat ketentuan soal powerbank yang boleh dibawa ke dalam kabin pesawat. (Kris Samiaji/Sumatera Ekspres/Jawa Pos Group)

Aturan Ditjen Hubud tersebut mengacu pada ketentuan International Air Transport Association (IATA). Dalam website asosiasi penerbangan internasional itu disebutkan bahwa baterai lithium, termasuk di dalamnya powerbank, disebut barang berbahaya. Sebab, bisa timbul risiko kegawatan penerbangan jika tidak disiapkan sesuai dengan peraturan transportasi.

"Seperti negara maju, dalam penerbangan, powerbank dikeluarkan sebelum masuk X-ray," kata Dirjen Perhubungan Udara Agus Santoso saat dihubungi Jawa Pos kemarin (11/3).

Menindaklanjuti surat edaran tersebut, Ditjen Hubud memerintah petugas untuk memeriksa powerbank. "Begitu masuk X-ray tanpa memberi tahu, avsec menegur tegas," ucap Agus.

Operator Bandara Angkasa Pura I (AP I) dan AP II hingga kemarin belum memberlakukan aturan itu. Baru hari ini mereka akan melakukan sosialisasi.

Aturan yang lebih ketat pada baterai lithium sebenarnya berlaku sejak April 2016. Saat itu, International Civil Aviation Organization (ICAO) mengeluarkan peraturan bahwa baterai lithium ion tidak boleh dibawa sebagai muatan pada pesawat penumpang. Peraturan tersebut atas rekomendasi ICAO Air Navigation Commission (ANC).

Kenapa powerbank dilarang? Kandungan lithium rawan terbakar. Apalagi dalam keadaan mengisi daya. Untuk itu, disarankan harus mati total. Bukan dalam mode sleep atau yang lainnya. Insiden akibat powerbank juga pernah terjadi. Yaitu, dalam penerbangan maskapai China Southerns Airline yang terbang dari Guangzhou ke Shanghai. 

(lyn/c6/ang)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up