JawaPos Radar

Militer AS Kembangkan Teknologi Pengendali Mesin Tempur Lewat Pikiran

10/09/2018, 02:55 WIB | Editor: Dimas Ryandi
Mesin Tempur
Ilustrasi Prajurit Amerika yang seang ikut menjalani penelitian DARPA terkait penegndalaina mesintempur lewat pikiran. (SecondNexus)
Share this

JawaPos.com - Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA) memiliki ambisi untuk mengendalikan mesin tempur hanya dengan pikiran saja. Badan Proyek Penelitian Lanjutan Pertahanan milik Amerika Serikat (AS) ini sedang fokus meneliti teknologi Next Generation Nonsurgical Neurotechnology (N3) program.

Sebagaimana JawaPos.com kutip dari laman TheNextWeb, Senin (10/9), lembaga pemikir untuk Departemen Pertahanan AS yang terletak di Pentagon itu sedang  menyelenggarakan simposium selama tiga hari dalam perayaan ulang tahun ke-60 pekan ini.

Banyak sorotan dari acara tersebut, termasuk diskusi tentang beberapa proyek yang paling mencengangkan, yakni berusaha membangun Brain Computer Interface (BCI) atau komputer otak yang tidak memerlukan operasi atau prosedur invasif (konvensional) untuk menggerakan benda-benda. Pada dasarnya teknologi BCI saat ini, yang sebagian besar dirancang untuk membantu penyandang cacat.

Namun, DARPA menginginkan sesuatu yang ringan, tahan lama, dan mampu melakukan di lingkungan yang tidak bersahabat dengan melakukan modifikasi. Dalam kasus ini, ada program pelatihan yang menyertai untuk membantu anggota militer dalam mengembangkan keterampilan khusus yang diperlukan untuk mengoperasikan BCI secara optimal.

Pelatihan tersebut dikenal dengan Pelatihan Neuroplastisitas Bertarget. Dari sana ada banyak perangkat proof-of-concept yang sudah dalam pengembangan mutakhir.

Dr. Al Emondi, manajer program di Kantor Teknologi Biologi DARPA mengatakan, DARPA meminta tim peneliti multidisiplin untuk membangun pendekatan yang memungkinkan interaksi yang tepat dengan area otak yang sangat kecil, tanpa mengorbankan resolusi sinyal atau memperkenalkan latensi yang tidak dapat diterima ke dalam sistem N3.

Berdasarkan siaran pers dari DARPA. Badan tersebut mengharapkan untuk memberikan perangkat yang berfungsi penuh yang dapat digunakan dalam tugas yang relevan dengan pertahanan yang dapat mencakup interaksi manusia-mesin dengan kendaraan udara tak berawak, sistem pertahanan cyber yang aktif, atau sistem Departemen Pertahanan lainnya yang terdokumentasi dengan baik. 

“Kami akan menggunakannya untuk membuat robot menari dan membawakan bir. Tetapi pertahanan nasional juga terdengar penting,” ujar Emondi.

Kendati begitu, proyek ini masih belum memiliki kemungkinan besar untuk melihat perkembangan lebih lanjut. DARPA mengatakan bahwa ide ini tidak terikat pada misi untuk menghasilkan hasil yang nyata. Melainkan berfungsi sebagai tempat uji untuk gagasan saja.

(ryn/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up