JawaPos Radar

Ajang Unjuk Kehebatan Game Lokal, Bekraf Game Prime 2018 Digelar

10/07/2018, 20:21 WIB | Editor: Yusuf Asyari
Ajang Unjuk Kehebatan Game Lokal, Bekraf Game Prime 2018 Digelar
Bekraf Game Prime (BGP) kembali digelar pertengahan Juli 2018. (Istimewa)
Share this

JawaPos.com – Bekraf Game Prime (BGP) kembali digelar pertengahan Juli 2018. Menjadi hajatan pecinta game terbesar di Indonesia, itu akan bergabung developer, publisher, investor hingga consumer. Even ini disebut terbesar se Asia Tenggara.

Plt Sestama Badan Ekonomi Kreatif, Selliane Halia Ishak mengatakan, tugas Bekraf adalah membangun ekosistem ekonomi kreatif. Menurutnya, game adalah salah satu subsektor ekonomi kreatif yang menjadi prioritas saat ini.

"Selain itu, game bukan hanya sekadar entertainment, melainkan bisa menjadi alat edukasi, periklanan bahkan bisa membantu pengembangan subsektor ekonomi kreatif lainnya,” kata dia melalui pesan tertulis, Selasa (10/7).

Diharapkan acara yang digelar Bekraf, IDEA Network dan Asosiasi Game Indonesia (AGI) teresbut bisa melebihi pencapaian tahun lalu yang memecahkan rekor dengan sukses menyedot pengunjung lebih dari 13 ribu orang dari seluruh Indonesia.

Event yang digelar mulai 13-15 Juli, tersebut dibagi dalam dua konsep. Business to Business (B2B) dan Business to Consumer (B2C). Business Day akan mengawali perhelatan BGP 2018 dengan konsep seminar yang menghadirkan para stakeholders industri game tanah air.

Sejumlah tokoh, pakar, dan developer game top mengisi line up sesi B2B ini di hotel Ayana Midplaza, Jakarta. Seperti Wan Hazmer, Founder Metronomik, yang sebelumnya merupakan Lead Game Designer dari Final Fantasy XV. Ada juga Elizabeth Galuh, salah satu Project Manager dari Streamline Games Malaysia yang sebelumnya ikut terlibat di pengembangan Street Fighter V dan Marvel vs Capcom Infinite.

Dari sesi tersebut, para developer lokal diharapkan bisa menambah skill dan wawasannya agar produk gamenya bisa bersaing di level global. Pada hari kedua dan ketiga, 14-15 Juli, adalah hari “bermain” alias Business to consumer yang akan digelar di Balai Kartini, Jakarta.

Konsepnya pameran yang menghadirkan aneka jenis game. Mulai dari board game sejenis monopoli, ular tangga, hingga game yang disebut-sebut sebagai permainan masa depan yaitu game Virtual Reality (VR) dan Augmented Reality (AR).

Selebihnya, sesi ini dijadikan sarana oleh developer lokal untuk memamerkan hasil karyanya kepada pengunjung sambil berharap dilirik oleh publisher ataupun investor lokal maupun mancanegara.

“Tujuan pameran memang ingin mempertontonkan kepada masyarakat Indonesia bahwa banyak pembuat-pembuat game lokal termasuk startup startup lokal yang memang mempunyai kualitas yang sudah layak kita pertontonkan,” tegasnya.

Bekraf Game Prime 2018 juga akan menganugerahkan penghargaan kepada para developer berprestasi dalam berbagai kategori yang telah masuk tahap seleksi sebagai bentuk apresiasi atas usahanya memajukan industri game Indonesia.

(yuz/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up