JawaPos Radar

Hindari Bea Impor, Donald Trump Minta Apple Pulang Kandang

09/09/2018, 18:58 WIB | Editor: Fadhil Al Birra
Donald Trump, amerika serikat, bea impor as
Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump. (Mark Wilson/Getty Images/Vox)
Share this image

JawaPos.com – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akan mengenakan tarif impor terhadap barang-barang buatan Tiongkok. Alhasil, produk Apple yang juga dibuat di Tiongkok akan turut terdampak dengan tarif bea impor yang dicanangkan Trump.

Karena itu, Trump meminta Apple untuk ‘pulang’ dan mendirikan pabrik di negara asalnya, AS. Hal tersebut guna menghindari bea impor yang bisa berdampak pada kenaikan harga produk Apple di AS.

Melansir laman 9to5Mac, Minggu (9/9), Apple mengungkapkan dalam sebuah pernyataan kemarin bahwa kenaikan tarif yang diusulkan memengaruhi impor Tiongkok senilai USD 200 miliar atau sekira Rp 2.964 triliun. Hal itu akan menjadi pukulan telak bagi Apple Watch, AirPods, Apple Pencil, dan Mac mini, serta berbagai aksesori lainnya.

Donald Trump, amerika serikat, bea impor as
Ilustrasi: Apple Store, toko resmi produk Apple. (AppleThis)

"Perhatian kami terhadap tarif ini adalah bahwa AS akan menjadi yang paling terpukul, dan itu akan menghasilkan pertumbuhan dan daya saing AS yang lebih rendah serta harga yang lebih tinggi untuk konsumen AS," tulis juru bicara perusahaan Apple.

Menanggapi oposisi dari Apple, Trump yang aktif di jejaring sosial Twitter itu dalam akun resminya menuliskan bahwa harga-harga produk Apple akan naik karena tarif bea besar yang akan dikenakan atas Tiongkok.

“Tapi ada cara mudah untuk menghindari pajak itu, dan malahan mendapat insentif pajak apabila Apple membuat produknya di Amerika. Karena itu mulailah bangun pabrikmu di Amerika,” jelas suami dari Melania Trump lewat cuitan di Twitter.

Sekadar informasi, Apple dan CEO-nya, Tim Cook telah vokal tentang dampak tarif terhadap konsumen. Cook mengatakan bahwa tawaran harga tinggi sering muncul sebagai ‘pajak tambahan pada konsumen’. Pada sisi lain, Cook setuju bahwa reformasi perdagangan membutuhkan modernisasi, namun dia tidak percaya bahwa kenaikan tarif menjadi solusinya.

Menurutnya, hubungan perdagangan dan perjanjian yang dimiliki AS dan negara ekonomi utama lainnya sangat rumit. Padahal negara tersebut jelas membutuhkan modernisasi. Tetapi Apple berpikir bahwa dalam sebagian besar situasi, tarif bukanlah solusi yang benar.

Tim Cook dan Trump juga sempat dikabarkan makan malam bersama bulan lalu. Dalam pertemuan tersebut, keduanya diyakini membahas soal tarif.

(ryn/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up