JawaPos Radar | Iklan Jitu

Langgar Privasi Pengguna, Apple Tolak 36.000 Aplikasi Setiap Minggunya

08 Agustus 2018, 16:56:34 WIB | Editor: Mochamad Nur
Langgar Privasi Pengguna, Apple Tolak 36.000 Aplikasi Setiap Minggunya
Ilustrasi beberapa produk Apple Inc (Pixabay.com)
Share this

JawaPos.com - Salah satu raksasa teknologi terbesar Apple Inc mengatakan kepada Parlemen Amerika Serikat bahwa produk ponsel garapannya, iPhone tak dapat dan mengizinkan pihak ketiga untuk mendengar rekaman suara tanpa sepengetahuan pengguna.

Apple mengatakan kepada anggota parlemen dalam suratnya bahwa ia telah menolak sekitar 36.000 aplikasi dari 100.000 aplikasi yang diajukan setiap minggu karena pelanggaran pedomannya. Asal tahu saja, App Store yang ada di iPhone telah menghasilkan USD100 miliar pendapatan untuk pengembang selama dekade terakhir.

Pertanyaan ini merujuk pada hal yang juga sudah ditanyakan kepada CEO Facebook Inc Mark Zuckerberg April lalu terkait dengan privasi pengguna. Sebelumnya, Perwakilan Parlemen, Greg Walden, Marsha Blackburn, Gregg Harper, dan Robert Latta secara tertulis berkirim surat kepada Apple dan induk perusahaan Google, Alphabet.

Dalam surat yang ditujukan kepada CEO Apple Tim Cook dan CEO Alphabet Inc Larry Page pada Juli lalu tersebut ditengarai oleh adanya dugaan penggunaan data pelanggan dengan cara-cara yang tidak terpikirkan oleh pelanggan, termasuk menggunakan informasi lokasi dan rekaman suara.

Pasalnya, baik Apple dan Google dengan produk andoridnya masing-masing memiliki kata kunci yang memungkinkan ponsel mendengar dan memproses suara pengguna, seperti misalnya 'Ok Google' dan 'Hey Siri'.

Balasan Apple Inc yang ditujukan Walden yang juga menduduki jabatan House Energy dan Komite Perdagangan di Oregon, Apple menyebut bahwa iPhone tak dapat merekam audio ketika mendapat perintah “Siri” begitupun dengan “Siri” yang tam dapat membagikan kata-kata yang diucapkan pengguna.

“Apple mengatakan “Siri” adalah syarat bagi pengguna untuk secara eksplisit menyetujui bila mikrofon bisa diakses dan aplikasi tersebut harus menampilkan sinyal yang jelas bahwa mereka dapat mendengarkan,” kata Walden dikutip Jawapos.com dari Reuters, Rabu (8/8).

Apple menulis bahwa mereka telah menghapus aplikasi dari App Store karena melakukan pelanggaran privasi, namun Apple menolak untuk mengatakan apakah pihaknya pernah melarang pengembang. Ia juga meminta pengembang untuk memberikan notifikasi kepasa pengguna apabila aplikasi tersebut telah dihapus karena alasan privasi.

“Apple tidak memantau dan tidak dapat memantau apa yang pengembang lakukan dengan data pelanggan yang telah mereka kumpulkan, atau mencegah transfer data tersebut, juga tidak memiliki kemampuan untuk memastikan kepatuhan pengembang dengan kebijakan privasi mereka sendiri atau hukum setempat,” tulis Apple.

(uji/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up