alexametrics

Balikpapan Explore, Gim Bagi Para Penikmat Urban Legend

Perdana Buatan Putra Kota Minyak
8 Mei 2019, 05:48:09 WIB

JawaPos.com – Gim bertema balap sampai perang sudah banyak beredar di smartphone. Tapi bagaimana gim yang menawarkan sensasi horor?

Lima putra daerah ini punya ide konten gim yang berbeda. Lewat Balikpapan Explore, mereka berhasil menjadi pencetus lahirnya gim buatan asli anak Kota Minyak.

Berangkat dari hobi nge-vlog di tempat misterius, sekelompok pria itu punya ide lain untuk mencurahkan ketertarikannya terhadap hal-hal berbau horor. Mereka yang dikenal bernama Explore Genk berhasil menciptakan sebuah gim. Setiap pengguna Android bisa turut menikmatinya.

Ada Tiar Hermawan, Ardhan, Rahman Saleh, Gozali Rahman, dan Adzwar Iman, di balik terciptanya gim versi beta itu. Mereka sengaja memilih media gim agar terus dapat terkoneksi dengan penikmat karya mereka.

“Bagaimana bisa buat produk lain tapi masih tema yang sama, kami putuskan bikin film pendek dan gim ini,” ucap salah seorang perwakilan tim, Tiar, dikutip dari Kaltim Post (Jawa Pos Group), Rabu (8/5).

Terakhir pada Senin (6/5) terpantau jumlah pengunduh gim sudah mencapai 2.150 orang. Saat kali pertama membuka gim ini, tim produksi terlebih dahulu menampilkan cerita singkat tentang gim.

Tidak ketinggalan, bagaimana misi yang harus dilakukan pemain. Secara garis besar, misi gim yakni membantu anggota yang terjebak dalam portal gaib.

“Jadi, ada karakter gim yang seakan tertarik di alam gaib, si pemain ini nanti bertugas untuk menyelamatkan,” ujarnya.

Sehingga pemain harus mampu mencari jalan keluar secepat mungkin dari rumah hantu. Sekaligus menyelamatkan seorang karakter yang terjebak itu.

Ada kesan panik dari tampilan layar yang dominan berwarna hitam serta backsound gim. Bahkan untuk mendukung suasana horor itu, misi disampaikan oleh sosok karakter hantu dalam gim.

Seolah si hantu mengucapkan sambil berbisik, “Teman kalian bisa kembali, jika kalian memandu menyelesaikan perjalanan di alam gaib itu.”

Seperti permainan pada umumnya, Balikpapan Explore juga terdiri dari berbagai tahap atau level. Setiap level memiliki perbedaan lokasi dan cerita.

Di antaranya, Jembatan Angker, Rumah Angker, Makam Jepang, Gunung Kemendur. Namun, tingkat kesulitan setiap level juga beragam. Bukan berarti semakin tinggi level, maka akan semakin susah.

Sejauh ini gim sudah memiliki delapan level. Semua level berdasarkan urutan perjalanan genk saat nge-vlog.

Menurutnya, level tersulit justru ada di level 6, Rumah Angker 2. Ada tiga tugas yang harus dipenuhi pemain agar gim berakhir. Pertama dan utama mencari jalan keluar.

Selanjutnya mengambil ikon baterai agar bisa masuk level selanjutnya. Terakhir sembari mengumpulkan poin yang sewaktu berguna jika ada program give away dari tim produksi.

Pemain akan dilengkapi oleh kamera sebagai senjata. Kamera ini ibaratnya bisa memotret hantu lewat flash. Sinar yang biasa ditakuti hantu.

Tiar dan kawan-kawan turut menampilkan beragam macam karakter hantu sebagai bumbu keseruan dalam gim. Misalnya dari pocong sampai kuntilanak.

Kemudian mereka memilih kuntilanak merah sebagai ikon dari Balikpapan Explore. Seluruh konten gim berdasarkan pengalaman dari Explore Genk.

Sesuai kegiatan vlog mereka di berbagai daerah urban legend dan cagar budaya. Hobi yang kekinian ini sudah dilakukan setahun terakhir. Ada beragam tempat sasaran, baik lokasi urban legend sampai cagar budaya.

“Sebenarnya kami hobi explore urban legend, bukan untuk cari hantu ya. Tapi kami tertarik mitos dan menelusuri ceritanya,” ucapnya.

Pria 35 tahun itu mengungkapkan, tidak pernah ada bayangan sebelumnya bisa mewujudkan sebuah gim. Awalnya mereka hanya berpikir membuat suatu persembahan bagi HUT ke-122 Balikpapan.

“Sebagai anak daerah, kami berpikir apa sesuatu yang bisa dipersembahkan untuk kota, namun dengan cara yang tidak biasa,” katanya.

Tiar semakin mantap hatinya membuat gim setelah melakukan riset kecil-kecilan. Bahwa belum ada anak Balikpapan yang berhasil membuat gim, khususnya lagi genre horor.

Dia dan kawan-kawan ingin memicu kreativitas anak daerah. Salah satu contohnya melahirkan ide di bidang information technology (IT).

Proses pembuatan gim ini memakan waktu tiga bulan, tepatnya sejak Januari. Sebelumnya mereka merencanakan perilisan gim saat momen perayaan HUT Balikpapan, Februari.

Namun, karena terkendala software, gim terpaksa baru rampung pada akhir Maret. Perangkat lunak ini dibutuhkan untuk membuat gim menjadi format aplikasi atau apk.

“Saat ingin diubah menjadi aplikasi, perusahaan pemilik software bangkrut. Akhirnya kami belajar lagi dengan software baru dan butuh waktu,” tuturnya.

Sedari awal pembuatan gim hingga bisa berbentuk aplikasi seperti sekarang memang dikerjakan secara mandiri. Mereka tidak melibatkan konsultan atau orang ahli.

Karena itu, proses pembuatan gim cukup lama. Seharusnya bisa lebih cepat jika fokus dikerjakan dan tidak ada kendala software.

Apalagi setiap anggota memiliki pekerjaan utama masing-masing. Mereka mengerjakan gim ini sembari mencari waktu luang. Anggota tim terbagi dalam berbagai divisi. Misalnya fotografer, sketch, dan IT.

“Dari bahan fotografer dibuat sketch, lalu drafnya saya rapikan hingga jadi animasi. Lalu IT urus script game, software, dan lain-lain,” bebernya.

Setelah satu bulan lebih perilisannya, terlihat animo masyarakat tampaknya sangat baik terhadap Balikpapan Explore. Semenjak perilisannya 21 Maret, terbukti gim ini sempat menjadi trending selama beberapa hari terakhir.

Penggunanya pun tidak hanya di Indonesia, gim ini sudah diunduh sampai Tiongkok dan Amerika Serikat. Walau jumlahnya tidak banyak, sudah ada yang mengakses dari belahan benua sana.

Para pengguna meninggalkan kolom komentar dan menuliskan kesan setelah mencoba permainan horor tersebut. Ada yang excited dan bangga lahirnya gim hasil buatan anak Balikpapan.

Serta masih banyak ulasan dan saran positif dari pengguna yang telah menjajal gim. Sementara ini, semua saran masih ditampung dan terus terpantau oleh tim produksi.

Salah satu permintaan agar gim bisa digunakan untuk multiplayer. Tantangan besar karena tidak ada satu pun anggota produksi yang memiliki latar pendidikan IT.

Sehingga mereka masih harus belajar secara autodidak. Mulai Google, YouTube, dan teman-teman yang paham bidang itu. “Semua berangkat dari niat dan tujuan yang sama untuk kota ini. Apalagi ini bukan untuk bisnis, tapi karena hobi,” imbuhnya.

Sejauh ini belum ada target yang muluk-muluk untuk Balikpapan Explore. Mereka berencana hanya akan terus memperbaiki gim hingga tampil sebaik mungkin. Selama ini diskusi cukup lewat grup chat, apa saja ide dan saran yang datang disampaikan di media itu.

“Nanti kalau ada waktu kami perbaiki terus. Belum tahu targetnya kapan, kalau ada waktu luang akan digunakan untuk menyempurnakan gim ini,” pungkasnya.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : jpg