JawaPos Radar

Registrasi Ulang Rawan Pencurian NIK, Menkominfo: Ancamanya Penjara

08/03/2018, 12:24 WIB | Editor: Fadhil Al Birra
Menkominfo Rudiantara, registrasi ulang, kartu sim
Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara saat ditemui JawaPos.com di Jakarta, Rabu (7/3) (Rian Alfianto/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Registrasi ulang kartu SIM prabayar ternyata dimanfaatkan oknum tidak bertanggung jawab. Buntutnya, diketahui ada salah satu pelanggan provider telekomunikasi yang mengeluhkan perihal nomor induk kependudukan (NIK) atau data kependudukannya digunakan oleh 50 nomor berbeda sekaligus.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara geram. Dia menyebut bahwa ancaman pidana telah menanti pelaku yang mencuri data kependudukan untuk registrasi 50 nomor berbeda sekaligus itu. "Kita sudah koordinasi dengan kepolisian. Undang-undangnya ada, hukumannnya jelas, lihat saja," katanya ketika ditemui JawaPos.com di Jakarta, Rabu (7/3) malam.

"Kepada yang menggunakan identitas, NIK, kartu keluarga (KK) yang bukan haknya berdasarkan Undang-Undang Sisminduk (Sistem Administrasi Kependudukan) itu bisa dikenakan tuntutan hukuman badan sampai dua tahun penjara atau denda sebesar 25 juta rupiah," imbuh pria yang akrab disapa Chief RA itu.

registrasi ulang, kartu sim
Ilustrasi: kartu SIM (LifeWire)

Dia menambahkan, pelaku penyebar atau penyalahguna identitas kependudukan bisa juga dijerat dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). "Itu lihat saja itu penyebarnya, kita sudah koordinasi dengan kepolisian. Kalau dijerat dengan UU ITE, oknum yang bersangkutan bisa kita kasih kurungan pidana selama 12 tahun dan denda sebesar Rp 2 miliar," tegas Rudiantara.

Meski demikian, Rudiantara enggan memerinci sudah sejauh mana koordinasi dengan pihak kepolisian terkait bocornya data kependudukan dalam momen registrasi SIM prabayar oleh pengguna layanan telekomunikasi seluler. Hal tersebut sebelumnya muncul dan viral dari adanya cuitan warganet melalui jejaring sosial Twitter. Akun Twitter @anindrastiwi menyebutkan bahwa NIK yang dimilikinya terbukti dipakai oleh 50 nomor berbeda. Hal tersebut diketahuinya setelah melakukan pengecekan di salah satu situs provider seluler.

(ce1/ryn/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up