JawaPos Radar | Iklan Jitu

Frekuensi 2,3 GHz Bekas Jasnita Kosong, XL Axiata Siap Ikut Lelang

06 Desember 2018, 12:24:21 WIB | Editor: Fadhil Al Birra
XL Axiata Jasnita, XL Axiata frekuensi, frekuensi jasnita kosong
Ilustrasi: antena BTS telekomunikasi. (Pixabay)
Share this

JawaPos.com - Penyedia layanan telekomunikasi PT Jasnita Telekomindo telah menyatakan diri mengembalikan frekuensi radio spektrum 2,3 GHz kepada pemerintah dalam hal ini Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo). Setelahnya, frekuensi tersebut kosong dan bisa dijual kembali kepada yang membutuhkan melalui mekanisme lelang. Terkait dengan hal tersebut, XL Axiata berminat membeli frekuensi 2,3 GHz itu.

Group Head Corporate Communication XL Axiata Tri Wahyuningsih mengatakan, frekuensi radio penting bagi XL Axiata. "Frekuensi radio penting untuk menyediakan layanan berkualitas bagi konsumen," ujarnya kepada JawaPos.com usai acara jumpa pers XL Home di Jakarta, Rabu (5/11) malam.

Menurut Ayu, sapaan karibnya, frekuensi radio tersebut akan langsung XL Axiata 'sikat' jika pemerintah membuka kemungkinan lelang. "Kami terbuka dengan peluang ikut lelang frekuensi radio bekas Jasnita. Itu kalau pemerintah memang membuka lelang. Frekuensi itu penting banget untuk menjaga layanan kita," imbuh Ayu.

Sebagaimana diketahui, PT Jasnita Telekomindo sebelumnya memang tersandung masalah utang Biaya Hak Penggunaan (BHP) Frekuensi Radio. Berdasarkan rilis Kemenkominfo, Jasnita termasuk yang memiliki utang selain PT First Media Tbk (KBLV) dan PT Internux (Bolt). Utang Jasnita sendiri diketahui sebesar Rp 2,1 miliar.

Sebagai penyedia layanan telekomunikasi berbasis Broadband Wireless Access (BWA), Jasnita mendapatkan Izin Penggunaan Frekuensi Radio (IPFR) di Zona 12. Zona 12 sendiri berada di wilayah Sulawesi bagian Utara. Jasnita juga diketahui tidak memutuskan 'berdamai' dengan Kemenkominfo seperti yang dilakukan PT First Media Tbk (KBLV) dan PT Internux. Sebaliknya, Jasnita memilih melepas IPFR-nya kepada pemerintah.

Menyoal kosongnya IPFR 2,3 GHz bekas Jasnita pernah disampaikan oleh Plt Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kemenkominfo Ferdinandus Setu. Nando, panggilan akrabnya menyebut bahwa Jasnita telah mengembalikan frekuensi tersebut kepada pemerintah.

"Frekuensi ini sudah dikembalikan ke Kemenkominfo. Saat ini Kemenkominfo sedang dalam proses untuk melelang izin penggunaan frekuensi radio tersebut. Frekuensinya itu sudah dikembalikan. Otomatis itu sudah milik negara dan Kemenkominfo lagi. Kami dalam proses tahapan lelang kembali kepada operator yang tertarik," jelas Nando.

(ryn/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up