alexametrics

Telkomsel Tata Ulang Frekuensi Lagi, Layanan Diklaim Tetap Prima

6 Maret 2019, 16:18:29 WIB

JawaPos.com – Telkomsel tengah menata ulang frekuensi radio 800 MHz dan 900 Mhz. Refarming frekuensi tersebut dilakukan sejak 25 Februari dan akan berakhir sekitar 2 April 2019 mendatang.

Penataan frekuensi 800 MHz dan 900 MHz Telkomsel ini dilakukan di 42cluster secara nasional. Ini mencakup 34 provinsi seperti Papua, Maluku, Kalimantan, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Sumatra, dan Jawa.

Telkomsel menyebut bahwa selama proses berlangsung tidak akan mempengaruhi layanan mereka. Refarming juga dilakukan di bawah pantauan ketat Kemenkominfo sesuai dengan perencanaan hingga eksekusi.

Vice President Technology and System Telkomsel Indra Mardiatna mengatakan, frekuensi ibarat urat nadi bagi penyelenggara jaringan seluler. “Untuk itu kami menangani secara serius refarming untuk mengoptimalkan sumber daya frekuensi,” katanya dalam keterangan resminya kepada JawaPos.com.

Indra pun optimistis proses refarming akan berjalan sukses. “Telkomsel sebelumnya telah berhasil melakukan penataan ulang frekuensi radio di spektrum berbeda. Berdasarkan pengalaman tersebut, kami optimis proses refarming kali ini juga dapat kami lakukan dengan lancar tanpa mengalami gangguan yang berarti,” ujar Indra.

Untuk mengantisipasi terjadinya gangguan dan meminimalisasi dampak di sisi pelanggan, perusahaan pelat merah itu mengklaim bahwa refarming dilaksanakan pada saat trafik jaringan rendah, yaitu pukul 23.00 sampai pukul 02.00 keesokan harinya. Selain itu, saat proses refarming dilakukan pada frekuensi 800 MHz dan 900 MHz, pelanggan tetap dapat menggunakan band spektrum lain, seperti 1.800 MHz, 2.100 MHz, dan 2.300 MHz. Dengan begitu layanan Telkomsel disebut tetap dapat dinikmati dengan baik.

Sebagai informasi, refarming pita frekuensi radio sesuai dengan Keputusan Menteri (Kepmen) Komunikasi dan Informatika Nomor 998 Tahun 2018 dan Kepdirjen SDPPI Kominfo Nomor 29 Tahun 2019. Kepmen tersebut di antaranya mengatur penyelenggara jaringan bergerak seluler wajib melakukan penataan ulang pita frekuensi radio 800 MHz dan 900 MHz yang saat ini terpisah (non-contiguous).

Penataan ulang ini dilakukan guna mendapat penetapan pita frekuensi radio yang berdampingan (contiguous) untuk seluruh penyelenggara jaringan bergerak seluler pengguna pita frekuensi tersebut. Dengan demikian, setiap penyelenggara memiliki keleluasaan dalam memilih teknologi seluler dan jenis pengkanalan yang paling sesuai dengan kondisi trafik layanan selulernya pada suatu area tertentu.

Sampai kepada end-user dalam hal ini pengguna layanan telekomunikasi oleh operator seluler. Pada akhirnya masyarakat pengguna layanan seluler disebut dapat menikmati kualitas yang lebih baik khususnya pada wilayah-wilayah yang mengalami kepadatan jaringan (congestion).

Editor : Fadhil Al Birra

Reporter : Rian Alfianto

Copy Editor :

Telkomsel Tata Ulang Frekuensi Lagi, Layanan Diklaim Tetap Prima