JawaPos Radar

Bos Alibaba Berencana Bangun Pusat Logistik Pintar, Nilainya Fantastis

04/06/2018, 13:48 WIB | Editor: Fadhil Al Birra
Jack Ma, Alibaba Grup,
Founder Alibaba Grup, Jack Ma. (CNBC)
Share this

JawaPos.com – Alibaba Grup berencana membangun pusat logistik berbasis teknologi canggih. Tidak main-main, dana yang akan digelontorkan mencapai Rp 200 triliun untuk mewujudkannya.

Founder Alibaba Grup Jack Ma mengungkapkan, pihaknya siap berinvestasi lebih dari Rp 200 triliun untuk logistik pintar. Pernyataannya ini diungkapkan pada acara Cainiao’s 2018 Global Smart Logistics Summit yang diselenggarakan 31 Mei 2018 lalu di kota Hangzhou, Tiongkok.

Alibaba Grup, Jack Ma,
Ilustrasi: e-Commerce Alibaba. (YahooFinance)

“Alibaba Group akan berinvestasi lebih dari Rp 200 triliun untuk membangun kekuatan teknis jaringan logistik pintar. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan jangkauan dan efisiensi logistik, serta menurunkan biaya logistik secara signifikan,” ucapnya selaku Executive Chairman Alibaba Group dalam keterangan tertulisnya kepada JawaPos.com.

Selama lebih dari lima tahun sejak didirikan, Cainiao Network yang merupakan afiliasi logistik Alibaba Group, telah menyaksikan perkembangan industri logistik yang semakin cerdas. Ini sebagai hasil dari usaha bersama Cainiao dengan mitra-mitranya.

Melalui inovasi teknologi dan kolaborasi terbuka, Cainiao mengklaim telah mengurangi waktu pengiriman lintas batas dari rata-rata 70 hari sampai kurang dari 10 hari untuk beberapa negara. Saat ini Cainiao memiliki satu juta paket Business to Customer (B2C) yang melalui bea cukai setiap harinya. Di dalam negara Tiongkok sendiri, pengiriman di hari yang sama dan pengiriman di hari selanjutnya mencakup 1.500 kabupaten dan distrik.

Dia mengaku bahwa jaringan logistik ini tidak hanya untuk negara Tiongkok, tapi untuk seluruh dunia. Alibaba nantinya akan berkerja sama dengan mitra-mitranya untuk mewujudkan rencana ini dan memberikan manfaat untuk semua orang.

“Karena industri ini akan semakin didukung dengan teknologi, Cainiao bertujuan untuk menjadi ‘otak’ dari industri logistik. Sejak hari pertama kelahirannya, misi Cainiao bukan untuk mengirimkan barang, tapi untuk membantu perusahaan pengiriman untuk mengirimkan produk dengan membangun jaringan yang menghubungkan semua elemen logistik dan menghubungkan setiap pengantar barang, setiap gudang, setiap pusat logistik, dan setiap rumah,” katanya.

Lebih lanjut, Ma mengaku bahwa industri logistik Tiongkok telah mengalami perubahan besar dalam beberapa tahun terakhir dan mencapai posisi baru. Ma mencatat industri logistik ini telah hadir sebelum orang berbelanja secara elektronik, namun sekarang industri ini mengirimkan 130 juta paket dari transaksi e-dagang setiap harinya.

Sementara itu, ada lima juta orang bekerja di perusahaan kurir dan pengiriman makanan di Tiongkok, dan terdapat tujuh perusahaan logistik telah menjadi perusahaan terbuka.

(ryn/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up