JawaPos Radar

Lawan Konten Negatif, SiBerkreasi Kampanyekan #internetsehat

03/11/2017, 09:41 WIB | Editor: Fadhil Al Birra
SiBerkreasi
Para Host 17 Live Kampanyekan Gerakan #internetsehat (Dokumentasi 17 Live)
Share this image

JawaPos.com - Masyarakat wajib menyadari bahaya hoaks atau kabar bohong dan ujaran kebencian bisa memecah belah bangsa. Dalam pameran SiBerkreasi Netizen Fair 2017, menjadi gerakan nasional literasi digital untuk menyebarkan konten positif di dunia digital dan internet.

Naiknya pengguna internet harus diseimbangkan dengan pemahaman pentingnya literasi digital oleh masyarakat. Dengan membangun kesadaran dan komitmen dalam menggunakan internet secara bijak dan bertanggungjawab, aplikasi live streaming 17 Live ikut berpartisipasi memeriahkan SiBerkreasi Netizen Fair 2017.

"Sosialisasi #internetsehat ini dilakukan di booth 17 Live dengan memberikan pengetahuan tentang apa itu livestreaming dan bagaimana menggunakan livestreaming secara positif sehingga menghasilkan karya yang dapat dinikmati banyak orang," ujar Direktur PT. Tujuhbelas Media Indonesia Andryan Gouw, dalam keterangan tertulis, Kamis (2/11).

Edukasi dilakukan oleh host-host 17 Live yang secara pribadi tergerak untuk ikut terlibat langsung sambil mengajak netizen berfoto bersama. Kepala Seksi Penerapan Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Sonny Sudaryana juga mengunjungi booth tersebut.

"Agar pesan yang disampaikan lebih mudah diterima dan diingat oleh netizen, sosialisasi #internetsehat ini juga dilakukan dengan berbagai cara unik," jelas Andryan.

Salah satunya dengan animasi lucu yang ada di aplikasi 17 Live. Ada kampanye antihoax menceritakan tentang ikon 17 Live yang bernama 17 Baby. Di dalamnya digambarkan Baby 17 melihat sebuah berita negatif tetapi dia menolak untuk menyebarkannya.

“Kami mendukung penuh gerakan SiBerkreasi ini. Mengurangi penyebaran konten negatif merupakan tugas kita bersama, bukan hanya pemerintah hal ini dapat dimulai dari diri kita sendiri," paparnya.

Salah satu contoh yang mudah ketika seseorang menerima berita yang belum pasti kebenarannya, lebih baik di cek terlebih dahulu di portal berita terpercaya (mainstreem). Paling terpenting adalah tidak sembarangan membagikan pesan yang didapat dari aplikasi messenger dan media sosial.

"Kami juga mengharapkan lebih banyak lagi masyarakat yang aktif dan peduli untuk terlibat langsung menyebarkan konten-konten positif dan tidak mudah percaya dengan berita hoax”, tambah Andryan.

(ika/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up