Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 21 September 2025 | 04.59 WIB

Microsoft Bangun Pusat Data AI Terkuat di Dunia di Bekas Pabrik Foxconn Wisconsin, Senilai Rp 54,6 Triliun

Pusat data AI Fairwater milik Microsoft yang akan dibangun di bekas pabrik Foxconn, Mount Pleasant, Wisconsin, Amerika Serikat (Dok. Microsoft)

JawaPos.com - Microsoft mengumumkan rencana ambisiusnya membangun pusat data kecerdasan buatan (AI) terbesar dan terkuat di dunia di Wisconsin, Amerika Serikat. Proyek senilai 3,3 miliar dolar AS atau sekitar Rp 54,6 triliun (kurs Rp 16.570 per dolar AS) ini akan memanfaatkan lahan bekas pabrik layar LCD Foxconn yang gagal beroperasi.

Pusat data yang dinamai Fairwater AI Data Center ini dijadwalkan mulai beroperasi pada awal 2026. Fasilitas tersebut mencakup lahan seluas 315 acre dengan tiga bangunan raksasa yang total luasnya mencapai 1,2 juta kaki persegi. Di dalamnya akan ditempatkan ratusan ribu unit GPU terbaru dari Nvidia.

Dilansir dari The Verge, Sabtu (20/9/2025), CEO Microsoft Satya Nadella menyebut skala infrastruktur ini luar biasa. "GPU tersebut dihubungkan dengan jaringan serat optik yang panjangnya cukup untuk mengelilingi bumi 4,5 kali," ujarnya.

Menurutnya, pusat data ini akan "sepuluh kali lebih kuat dibandingkan superkomputer tercepat di dunia" sehingga mampu mempercepat pelatihan model AI dalam skala besar.

Microsoft menegaskan proyek ini bukan hanya sekadar investasi teknologi, melainkan juga pembuktian visi jangka panjang. Sebab, lokasi yang dipakai sebelumnya sempat menjadi simbol kegagalan industri ketika Foxconn gagal merealisasikan janji pabrik layar kaca pada 2017. Kini, perusahaan teknologi tersebut mencoba mengubah citra kawasan itu menjadi pusat inovasi global.

Dari sisi keberlanjutan, Microsoft menekankan penggunaan sistem pendingin tertutup yang ramah lingkungan. Teknologi ini disebut tidak akan membuang air secara berlebihan.

"Sistem pendingin hanya perlu diisi sekali dan kemudian tertutup rapat, sehingga tidak terjadi penguapan," jelas Wakil Ketua dan Presiden Microsoft Brad Smith.

Smith juga menekankan komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan di tengah kritik mengenai konsumsi energi pusat data AI yang sangat besar.

"Kami ingin memastikan fasilitas ini menjadi contoh bahwa pusat data bertenaga AI tidak harus menguras sumber daya alam seperti Danau Michigan," katanya.

Proyek ini juga menjadi bagian dari pembangunan jaringan pusat data Fairwater lainnya yang sedang dikerjakan Microsoft di berbagai wilayah Amerika Serikat. Dengan langkah tersebut, perusahaan ingin memperkuat dominasinya dalam infrastruktur AI, sekaligus bersaing ketat dengan raksasa teknologi lain seperti Google, Amazon, dan Meta.

Analis menilai langkah Microsoft ini tidak hanya mempertegas posisinya sebagai pemain utama AI, tetapi juga menunjukkan strategi jangka panjang dalam mengintegrasikan kekuatan komputasi dengan keberlanjutan lingkungan. Transformasi dari lahan terbengkalai menjadi pusat teknologi dunia pun dinilai sebagai simbol perubahan arah industri.

Dengan proyek ini, Microsoft menempatkan Wisconsin kembali ke peta global inovasi. Dari kawasan yang dahulu disebut sebagai 'boondoggle', istilah yang dipakai untuk menggambarkan proyek gagal dan pemborosan anggaran—kini dunia akan menunggu apakah visi Satya Nadella dan Brad Smith benar-benar mampu melahirkan pusat AI paling kuat sekaligus ramah lingkungan di dunia.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore