
Ilustrasi: Mythical Odyssey, game RPG yang dikembangkan DFC. (YouTube).
JawaPos.com - Industri game Indonesia tengah diramaikan oleh hadirnya semakin banyak pengembang baru yang berebut pasar di tengah tren gaming yang terus meningkat.
Salah satunya adalah PT Dream Forge Creation (DFC), studio game asal Jakarta yang baru berdiri pada November 2024 namun langsung bergerak agresif membangun ekosistem gaming Tanah Air.
DFC baru saja mengumumkan kerja sama strategis dengan PT Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) untuk memperkuat distribusi game lokal.
Lewat kolaborasi ini, Indosat akan menjadi mitra resmi dalam penyaluran game besutan DFC, termasuk melalui paket data bundling yang dirancang agar gamer Indonesia bisa mengakses permainan dengan lebih mudah dan terjangkau.
Menurut Yu Kun, Director PT Dream Forge Creation Indonesia, kolaborasi ini bukan sekadar soal distribusi, melainkan juga dorongan bagi talenta lokal.
“Kami ingin membuka lebih banyak kesempatan bagi anak muda dan komunitas indie developer lewat program inkubasi, kolaborasi, hingga platform digital yang memudahkan pemasaran game setelah proses kurasi,” ujar dia ditemui di Jakarta, Rabu (27/8).
DFC menegaskan bahwa arah pengembangan mereka juga sejalan dengan visi pemerintah dalam menghadirkan game yang ramah anak.
Selain menyajikan judul yang relevan dengan tren pasar, mereka berkomitmen mengembangkan konten yang sehat, seru, dan inklusif.
Sebelumnya, pada Maret 2025, DFC berhasil menembus pasar Asia Tenggara lewat game idle RPG Mythical Odyssey, yang mencatat lebih dari 250.000 unduhan.
Ke depan, DFC menargetkan pembangunan ekosistem berkelanjutan bersama komunitas gamer, studio lokal, sekolah, universitas, hingga lembaga pelatihan untuk mendorong pertumbuhan industri game di Indonesia. Kerjasama dengan Indosat ini pun dipandang sebagai momentum penting.
Sinergi antara konten berkualitas dari DFC dengan infrastruktur distribusi digital IOH diharapkan memperluas jangkauan game karya anak bangsa, sekaligus menambah daya saing Indonesia di industri gaming global.
Namun, sebelum DFC muncul ke permukaan, sejumlah pengembang game Indonesia telah lebih dulu menorehkan prestasi global. Beberapa developer lokal yang telah mendunia antara lain:
Digital Happiness (Bandung, didirikan 2013): Terkenal lewat game horor bertema budaya lokal, DreadOut (2014) dan lanjutannya DreadOut 2 (2020) yang tersedia di berbagai platform. DreadOut sempat jadi viral dan mendapat adaptasi film.
Toge Productions (Jakarta, sejak 2009): Memulai dari Flash games, mereka kini dikenal lewat judul seperti Infectonator, Necronator, dan yang paling fenomenal—Coffee Talk, sebuah visual novel santai yang memikat hati pemain internasional.
Agate (Bandung, didirikan 2009): Salah satu studio terbesar di Indonesia. Sudah membuat ratusan game dan proyek gamifikasi, serta bekerja sama dengan publisher besar seperti Square Enix.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
