Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 6 Februari 2025 | 13.37 WIB

Perusahaan Induk TikTok Bikin Teknologi AI Makin Gila, Albert Einstein 'Dibangkitkan' dari Kematian

Albert Einstein dibangkitkan dari kematian berkat teknologi AI OmniHuman-1 bikinan induk perusahaan TikTok. (ByteDance) - Image

Albert Einstein dibangkitkan dari kematian berkat teknologi AI OmniHuman-1 bikinan induk perusahaan TikTok. (ByteDance)

JawaPos.com – Peneliti dari perusahaan induk pemilik TikTok, ByteDance telah mendemonstrasikan sistem AI (Artificial Intelligence) baru.

Sistem ini bisa dikatakan lebih "gila" dari yang ada sebelumnya. Teknologi AI yang disebut sebagai OmniHuman-1 itu dapat menghasilkan video deepfake paling realistis hingga saat ini.

Sebagaimana diketahui, Deepfaking AI adalah komoditas. Tidak sedikit aplikasi yang dapat memasukkan seseorang ke dalam foto, atau membuat seseorang seolah mengatakan sesuatu yang sebenarnya tidak mereka katakan. 

Deepfake video ini bahkan bisa membangkitkan seseorang yang sudah mati seolah hidup lagi. Canggihnya dari teknologi OmniHuman-1 adalah menciptakan video yang sangat-sangat realistis dan tanpa celah.

Dalam video demonstrasinya, OmniHuman-1 menampilkan sosok fisikawan dunia yang sudah mati, Albert Einstein seolah sedang menjelaskan materi temuannya. Gambar yang dihasilkan juga sangat nyata, seolah itu adalah benar Albert Einstein yang masih hidup.

Dilansir dari TechCrunch, menurut para peneliti ByteDance, OmniHuman-1 hanya memerlukan satu gambar referensi dan audio, seperti ucapan atau vokal, untuk menghasilkan klip dengan durasi yang dapat diatur. 

Aspek rasio video keluaran dapat disesuaikan, begitu pula "proporsi tubuh" subjek, yaitu seberapa banyak tubuh mereka yang ditampilkan dalam rekaman palsu.

Dilatih pada 19.000 jam konten video dari sumber yang dirahasiakan, OmniHuman-1 juga dapat mengedit video yang sudah ada, bahkan memodifikasi gerakan anggota tubuh seseorang. Sungguh menakjubkan betapa meyakinkannya hasil yang didapat.

Memang, OmniHuman-1 tidaklah sempurna. Tim ByteDance mengatakan bahwa gambar referensi "berkualitas rendah" tidak akan menghasilkan video terbaik, dan sistem tersebut tampaknya kesulitan dengan pose tertentu. 

Meski begitu, OmniHuman-1 jauh lebih unggul dibandingkan teknik deepfake sebelumnya, dan mungkin ini pertanda hal-hal yang akan terjadi.

Meskipun ByteDance belum merilis sistem tersebut, komunitas AI cenderung tidak butuh waktu lama untuk merekayasa balik model seperti ini.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore