JawaPos Radar

Lapan: Gerhana Supermoon Pukulan Telak Penganut Bumi Datar

01/02/2018, 12:58 WIB | Editor: Fadhil Al Birra
super blue blood moon
Fenomena super blue blood moon di Jakarta, Rabu (31/1) malam. (Dery Ridwansah)
Share this

JawaPos.com – Peristiwa gerhana bulan yang terjadi Rabu (31/1) malam kemarin dinilai sebagai bantahan telak bagi penganut paham bumi datar atau Flat Earth (FE). Ini diungkapkan oleh Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Thomas Djamaluddin.

Pria murah senyum itu membuat tulisan di akun Twitter pribadinya @t_djamal yang menjelaskan bahwa bayangan gelap yang jatuh pada bulan purnama dan gerhana bulan total adalah bayangan bumi. Bayangan gelap pada proses gerhana berbentuk melengkung, hal tersebut jelas mengindikasikan bahwa bentuk bumi merupakan bulat.

Profesor bidang Ilmu Astronomi itu menjelaskan dengan sangat detail mengenai fenomena alam gerhana bulan yang disebut menjadi pukulan telak bagi kaum bumi datar. “Kejadian gerhana bisa diperkirakan, baik waktu maupun proses. Hal ini didasarkan pada model saintifik sistem Bumi-Bulan-Matahari,” terang Thomas saat ditemui JawaPos.com usai acara Penyerahan Data Citra Satelit Resolusi Sangat Tinggi ke Pemerintah yang digelar di Jakarta, Selasa (30/1) kemarin.

Thomas Djamaluddin
Kepala Lapan Thomas Djamaluddin. (Rian Alfianto/JawaPos.com)

“Gerhana bulan menjadi saat yang tepat untuk membuktikan bentuk Bumi. Sebab, ketika bulan menjadi gelap maka akan terlihat bayangan. Bayangan yang menggelapi bulan itu adalah bayangan bumi. Jadi kelengkungan bayangan di permukaan bulan ketika proses gerhana itu mutlak menunjukan bentuk bumi sesungguhnya,” sambung Thomas.

Dia menyebut bahwa kelompok bumi datar tidak bisa menjelaskan fenomena gerhana bulan secara logis. Waktu kejadian gerhana dan prosesnya pun tidak bisa dijelaskan secara sistematis.

"Ayo buktikan bumi itu benar-benar bulat dengan melihat gerhana bulan. Semua pemahaman bumi datar tergolong sains semu (pseudoscience). Kejadian gerhana bulan adalah pukulan telak yang membantah dongeng bumi datar," tutur Thomas.

bumi datar
Bumi bulat Vs bumi datar (BigThink)

Peristiwa gerhana bulan atau juga dikenal super blue blood moon yang terjadi Rabu (31/1) malam tadi memang telah berlalu. Namun, Thomas menjelaskan bahwa peristiwa serupa masih akan terus terjadi di lain kesempatan. Dia mengaku tidak bosan meyakinkan penganut paham bumi datar melalui berbagai metode dan penjelasan ilmiah dan fenomena-fenomena alam lainnya.

Namun, Thomas tetap menghormati perbedaan keyakinan yang dianut kaum bumi datar. Dia hanya tertawa saat ditanya awak media terkait apakah berniat menyuruh tobat penganut paham bumi datar atau tidak.

(ce1/ryn/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up