JawaPos Radar

Kinerja iPhone Diperlambat, Apple Digugat Konsumen

01/01/2018, 07:53 WIB | Editor: Fadhil Al Birra
iPhone 6s
iPhone 6s (Apple)
Share this image

JawaPos.com – Apple seolah membuat keputusan yang salah. Bagaimana tidak, pabrikan teknologi asal Cupertino, California, Amerika Serikat (AS) itu dengan sengaja membuat iPhone lawas menjadi lemot alias lambat performanya. Keputusan itu direspons negatif oleh para pengguna iPhone. Akhirnya, keputusan Apple, kini menjadi kontroversi.

IPhone lawas atau tua yang dimaksud adalah iPhone dengan versi mulai dari iPhone 6s, 6s Plus, 6, 6 Plus, dan SE. Bergulirnya 'bola panas' akibat keputusan itu, kini membawa Apple merasa bersalah. Apple akhirnya mengakui telah membuat kecewa para pengguna dan meminta maaf.

"Kami tahu bahwa sebagian pengguna merasa Apple telah mengecewakan. Untuk itu, kami meminta maaf," jelas pihak perusahaan yang heboh dengan iPhone X-nya itu sebagaimana JawaPos.com lansir dari laman Forbes, Senin (1/1).

baterai iphone
baterai iPhone (AppleInsider)

Sebagai gantinya, perusahaan berjanji akan menghadirkan fitur baru di iOS yang dapat membantu pengguna mengetahui kesehatan baterai perangkatnya.

Dengan fitur yang akan rilis pada awal 2018 itu, pengguna iPhone dapat lebih waspada apabila baterai yang digunakan di perangkatnya sudah terbilang usang dan tak lagi mendukung performa perangkat.

Perusahaan juga menawarkan promosi bagi pengguna iPhone 6 hingga versi lebih lawas untuk membeli baterai dengan harga lebih murah, yakni USD 29 (sekitar Rp 393 ribu) dari harga normal USD 50 (sekitar Rp 678 ribu). Promosi ini berlaku sepanjang tahun 2018.

Untuk diketahui, baterai memang menjadi alasan utama Apple memperlambat kinerja sistem operasi di sejumlah iPhone lawas. Hal itu dilakukan untuk melindungi baterai lithium ion yang makin termakan usia.

Keputusan ini menurut sejumlah pihak telah mengubah kebijakan Apple. Sebelumnya, Apple pernah menyebut pengguna iPhone tidak perlu mengganti baterai yang ada di perangkatnya, tapi nampaknya kebijakan itu kini telah berubah.

Akibat adanya hal itu, pengguna yang kecewa pun mengajukan gugatan hukum ke perusahaan karena dianggap diskriminatif terhadap pengguna iPhone tua. Dia adalah pengguna asal California, AS, bernama Stefan Bogdanovich dan Dakota Speas yang menggugat perusahaan.

Dirinya mengaku kecewa dan menyayangkan mengapa Apple harus mengumumkan hal tersebut pada saat mereka sudah merilis pembaruan software yang menurunkan kinerja iPhone.

"Seharusnya Apple mengumumkan hal ini sebelum mereka memutuskan untuk menurunkan kinerja iPhone lawas. Kami sangat kecewa dan ini adalah tindakan bodoh yang telah dilakukan (perusahaan)," jelas Speas.

Apple menjelaskan bahwa upaya tersebut merupakan pilihan terbaik untuk pengalaman pengguna yang lebih baik. Dalam pernyataan resminya, perusahaan mengklaim baterai lithium ion semakin lama tidak bisa menyuplai daya yang mendukung performa dalam kondisi dingin.

(ryn/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up