alexametrics

Pemkot Surabaya Sediakan 13 Ribu Slot Beasiswa untuk Calon Mahasiswa

31 Maret 2022, 14:48:48 WIB

JawaPos.com – Peraturan tentang pemberian beasiswa kuliah bagi siswa dan mahasiswa Surabaya akhirnya rampung. Hal itu diatur dalam Perwali 21/2022 tentang Tata Cara Pemberian Beasiswa. Penerima akan mendapat banyak fasilitas, mulai uang saku hingga bantuan biaya perkuliahan.

Perwali 21/2022 mengakomodasi penyaluran dua beasiswa sekaligus. Yakni, beasiswa kuliah yang menjadi program kerja kepala dinas kebudayaan, kepemudaan dan olahraga, serta pariwisata (DKKOP). Berikutnya, beasiswa penghafal kitab suci yang menjadi porsi kerja dinas pendidikan.

Dalam aturan tersebut, beasiswa untuk kuliah diberikan kepada mahasiswa yang sudah diterima di perguruan tinggi negeri dan swasta. Kemudian, yang kedua adalah siswa yang memiliki kecerdasan sebagai calon penerima beasiswa politeknik, akademi, sekolah tinggi, atau lembaga pendidikan sejenis lainnya.

Terakhir, pemuda yang berusia minimal 16 tahun.”Kuota yang kami sediakan mencapai 13 ribu slot untuk calon mahasiswa dan 3.000 untuk mahasiswa. Siswa sekolah negeri, swasta, atau lulusan kejar paket pun bisa ikut untuk mendapatkan beasiswa ini. Yang pasti, kami ingin semua anak Surabaya berkesempatan mengakses pendidikan yang lebih tinggi dan mengukir prestasi,” jelas Kepala DKKOP Wiwiek Widayati.

Dia mengungkapkan, ada proses seleksi bagi mereka yang berminat memperoleh beasiswa dari Pemkot Surabaya tersebut. Tahapannya mulai administrasi hingga potensi diri. Misalnya, kemampuan inteligensi, minat bakat, dan kepribadian calon penerima beasiswa.

Selain seleksi administrasi, kunjungan ke rumah juga bakal dilakukan. Tujuannya, memastikan kesesuaian informasi yang diberikan pendaftar. Sebab, selain pertimbangan prestasi, memang program ini melihat kemampuan ekonomi calon penerima.

Wiwiek menyebut, selama menjadi penerima beasiswa, siswa atau mahasiswa akan mendapat beberapa fasilitas. Salah satunya, uang kuliah tunggal (UKT) yang disesuaikan dengan setiap kampus. Lalu, uang saku setiap bulan Rp 500 ribu dan bantuan keperluan kuliah Rp 750 ribu yang diberikan per semester.

Ketua Komisi D DPRD Khusnul Khotimah mempertanyakan beberapa hal yang termaktub di dalam Perwali 21/2022. Pertama, sasaran dari penerima beasiswa. Dia menjelaskan, di bagian mengingat nomor 6 disebutkan fakir miskin. ”Namun, secara keseluruhan, perwali tidak menjelaskan jika penerima beasiswa berasal dari masyarakat berpenghasilan rendah (MBR),” ujarnya.

Lalu, lanjut Khusnul, yang kedua terkait dengan kriteria. Politikus PDI Perjuangan itu menyampaikan, di dalam pasal 1 ketentuan umum dijelaskan usia penerima beasiswa minimal 16 tahun. Dia menilai, bila syarat tersebut dijadikan patokan, bagaimana dengan teman-teman yang usianya kurang dari 16 tahun, tetapi telah menyelesaikan studi di tingkat menengah atas atau sederajat berkat program akselerasi?

Wakil ketua DPC PDI Perjuangan itu meminta DKKOP mengkaji dan mengevaluasi lagi perwali tersebut. Yang jelas, Khusnul menyatakan bahwa spirit beasiswa SMA sederajat dan kuliah adalah membantu warga Surabaya. Khususnya di bidang pendidikan.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : gal/sam/c14/git

Saksikan video menarik berikut ini: