Covid-19 Melandai, Pemkot Surabaya Tetap Gencarkan Swab dan Tracing

30 Desember 2020, 19:00:24 WIB

JawaPos.com–Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana mengklaim kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Surabaya mulai melandai. Hal itu diungkapkan Whisnu pasca mengunjungi Kejaksaan Negeri Tanjung Perak Surabaya, pada Rabu (30/12).

”Kasus Covid-19 melandai. Sebetulnya enggak banyak, sudah mulai landai pertambahan, sudah di bawah 50, kita tekan terus,” ujar Whisnu.

Meski demikian, Whisnu mengaku, sempat terjadi lonjakan kasus terkonfirmasi positif Covid-19. Dia berharap angka tersebut terus turun selama dan pasca liburan tahun baru ini.

”Kemarin sempat ada peningkatan. Kami berharap pasca liburan Natal dan tahun baru akan segera landai. Jadi  tidak ada loncatan yang signifikan. Artinya yang terkonfirmasi itu memang agak tinggi,” tutur Whisnu.

Whisnu kemudian menjabarkan upaya pemkot menekan angka positif Covid-19. Salah satunya dengan menggencarkan tracing pasien. Pihaknya akan melakukan swab hunter di 8 titik keluar masuk. Dari 8 titik tersebut, terdapat 10 tempat utama. Sehingga, bagi warga yang akan keluar masuk ke Kota Surabaya dan dinilai perlu dilakukan swab, akan diarahkan ke lokasi itu.

”Kalau memang harus di-swab itu kita siapkan di 10 titik swab hunter. Jadi tidak semua yang masuk (Kota Surabaya) itu di-swab. Jadi cuma filterisasi bagi yang diperbolehkan keluar masuk Surabaya,” terang Whisnu.

Pemantauan juga dilakukan kepada para penghuni hotel di Surabaya. Plt wali kota menyatakan telah berkoordinasi dengan pengelola atau pemilik hotel agar melaporkan hasil swab para tamu. ”Akan ada pemantauan juga di sana (hotel),” kata Whisnu.

Sementara itu, Kapolrestabes Surabaya Kombespol Jhonny Eddizon Isir mengimbau warga Kota Surabaya agar melakukan perayaan malam tahun baru di rumah saja. Imbauan itu menindaklanjuti maklumat Kapolri.

”Warga dalam menyambut tahun baru, monggo (silakan) dilaksanakan sederhana di rumah masing-masing, tidak perlu berkerumun, tidak perlu arak-arakan, tidak perlu yang kemudian menimbulkan potensi untuk kerumunan, karena kita masih dalam masa pandemi Covid 19,” ujar Isir.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Latu Ratri Mubyarsah

Reporter : rafika

Saksikan video menarik berikut ini:




Close Ads