alexametrics

Tuntut Kenaikan UMK, 50 Ribu Buruh se-Jatim Demo di Grahadi

30 November 2021, 16:53:40 WIB

JawaPos.com–Sekitar 50.000 se-Jawa Timur, melakukan aksi lanjutan menuntut kenaikan upah minumum kabupaten/kota (UMK), di Gedung Negara Grahadi, Selasa (30/11).

Dari pantauan JawaPos.com, mereka datang di Gedung Negara Grahadi pada pukul 15.15 WIB setelah mengawali perjalanan dari SIER, Bundaran Waru, Jalan Frontage Road Ahmad Yani, Basuki Rahmat, Tunjungan, kemudian berakhir di Jalan Pemuda dan Wali Kota Mustajab.

Juru bicara Gerakan Serikat Pekerja (Gasper) Jazuli mengatakan, 50.000 buruh yang mendatangi Gedung Negara Grahadi tersebut berasal dari berbagai daerah di Jatim. Mulai dari Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Mojokerto, Pasuruan, Jombang, Kediri, Tuban, Probolinggo, Jember, hingga Banyuwangi.

Massa buruh berkumpul di Sidoarjo sejak pukul 12.00 WIB. Kemudian melakukan longmarch ke Gedung Negara Grahadi.

”Aksi hari ini (30/11) akan dipusatkan di Grahadi. Massa aksi dari berbagai daerah kumpul terlebih dahulu di Cito Mall, kemudian bergerak bersama menuju Grahadi,” terang Jazuli.

Massa yang jumlahnya hampir dua kali lipat dari Senin (29/11) itu sebagai respons atas tidak hadirnya Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. ”Buruh kecewa dengan sikap Gubernur Khofifah yang tidak aspiratif. Pada aksi Senin (29/11), Khofifah tidak berkenan menemui puluhan ribu buruh yang melakukan aksi demonstrasi,” ucap Jazuli.

Jazuli menambahkan, para buruh menyuarakan agar kenaikan UMK 2022 ditetapkan menggunakan Undang-undang (UU) Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. ”Hentikan politik upah murah untuk menarik investasi tetapi buruh dieksploitasi. Tetapkan UMK dan UMSK 2022 di Jatim mengacu kepada ketentuan UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan,” ucap Jazuli.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah

Reporter : Rafika Rachma Maulidini

Saksikan video menarik berikut ini: