alexametrics

Pemkot Surabaya Siaga Hadapi Lonjakan Kasus Covid-19 dan Omicron

Penularan Omicron 500 Persen Lebih Cepat
30 November 2021, 10:48:43 WIB

JawaPos.com – Virus Omicron saat ini ditetapkan sebagai variant of concern (VOC) oleh World Health Organization (WHO). Varian virus yang ditemukan kali pertama di Afrika Selatan itu pun memiliki tingkat persebaran 500 persen lebih cepat daripada varian Delta. Kini pemkot dan rumah sakit (RS) di Surabaya mulai melakukan persiapan untuk mengantisipasi lonjakan kasus.

Pakar imunologi Universitas Airlangga (Unair) Dr dr Agung Dwi Wahyu Widodo MSi MKed Klin SpMK mengatakan, virus Omicron sudah menjadi ancaman bagi seluruh dunia. Virus tersebut dapat menyebar lebih cepat daripada virus varian Delta.

Jika tidak dicegah dan dideteksi sejak awal, varian itu akan sangat berbahaya dan bisa menyebar ke seluruh wilayah.

”Berdasar data yang dikumpulkan GISAID (Global Initiative on Sharing All Influenza Data), persebaran virus Omicron mencapai 500 persen daripada varian Delta,” katanya kepada Jawa Pos kemarin.

Agung menjelaskan, varian Omicron dan Delta berasal dari SARS-CoV-2, tetapi perbedaan strain virus tersebut menunjukkan bahwa mereka memiliki induk yang sama. Yakni, D416G. Ternyata, mutasi yang dilakukan varian Omicron lebih banyak daripada Delta. Varian Omicron memiliki 30 mutasi.

Saat ini WHO juga mengkaji dan mengidentifikasi varian Omicron memiliki peran atau tidak terhadap penurunan evikasi dari vaksin yang sudah ada di Indonesia. Sebab, varian Omicron disebut mampu menghindari antibodi pasien. ”Seberapa persen penghindaran Omicron terhadap antibodi belum diketahui persis,” kata dia.

Agung menuturkan, pemerintah harus mengambil langkah tegas sebelum varian Omicron menyebar di Indonesia. Salah satunya, pentingnya karantina bagi warga asing maupun warga Indonesia dari luar negeri. Selain itu, menutup penerbangan terkait dengan rute keberadaan virus tersebut.

”Selain karantina 7–10 hari, yang terpenting dilakukan testing sekaligus whole genome sequencing (WGS) terhadap orang-orang yang dicurigai sehingga dapat ditangani,” ujarnya.

Pemkot Surabaya juga berfokus mengantisipasi potensi masuknya varian baru Covid-19. Kabaghumas Pemkot Surabaya Febriadhitya Prajatara menyatakan, kewaspadaan menjadi poin penting yang selalu dijunjung pemkot. Meskipun Surabaya berada di PPKM level 1, pengawasan tak lantas kendur.

”Seperti kegiatan PTM (pembelajaran tatap muka), sekolah dan jajarannya selalu rutin di-swab test. Kemudian, saat ini 10 persen dari setiap tempat usaha juga diminta swab test. Ini komitmen dan upaya bersama untuk mencegah Covid-19 kembali naik,” katanya.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : ayu/zam/gal/c19/ady

Saksikan video menarik berikut ini:




Close Ads