Dilema Pungutan Retribusi Peziarah ke Makam Wali Songo di Gresik

30 September 2022, 16:46:37 WIB

JawaPos.com- Setiap pengunjung atau peziarah ke makam Maulana Malik Ibrahim, makam Sunan Giri, dan tempat wisata religi lain di Gresik, sebetulnya dikenakan retribusi. Pungutan itu masuk sebagai salah satu sumber pendapatan asli daerah (PAD).

Namun, pendapatan dari retribusi wisata religi dinilai pemkab belum maksimal. Penyebabnya, banyak pengunjung yang menggunakan kendaraan pribadi sehingga membuat mereka tidak terkena retribusi dari Pemkab Gresik.

Selama ini, para pengunjung ke tempat wisata religi di Gresik memang tidak langsung diberikan karcis seperti saat masuk ke loket lokasi wisata umum. Pungutan retribusi dari para pengunjung itu ditarik sekaligus kendaraan yang terparkir di area parkir wisata. Besarnya Rp 1.000 per orang.

Peziarah ke Makam Malik Ibrahim, misalnya, dipungut saat di lokasi parkir Lumpur. Adapun pezirah ke makam Sunan Giri di lokasi parkir Sekarkurung. Retribusi setiap peziarah itu berbeda dengan retribusi parkir. Tarikan parkir kendaeaan ada lagi.

’’Sesuai perda, memang sudah ada ketentuan retribusi itu. Sebetulnya, seluruh pengunjung parkir di lokasi parkir,’’ ucap Kepala UPT Destinasi Wisata Terpadu Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga Pemkab Gresik Sudarmanto.

Namun, dalam perjalanannya, peziarah yang parkir di area parkir tersebut hanya yang menggunakan bus besar. Sementara itu, peziarah yang menggunakan mobil pribadi maupun carteran Elf langsung ke lokasi makam.

Karena itu, pendapatan dari sektor wisata religi tersebut dinilai belum bisa maksimal. Banyak peziarah yang tidak memarkir kendaraan di area parkir yang sudah dibangun atau disediakan pemkab.

Kendati demikian, lanjut Sudarmanto, pemerintah pun sejatinya merasa dilema apabila retribusi itu ditarik di area makam. ’’Jika ditarik di makam, rasanya kan memang kurang etis. Karena memang dari dulu sudah include parkir kendaraan,’’ ujarnya.

Saat ini pihaknya sedang menggodok cara agar tarikan retribusi itu bisa lebih maksimal. Apalagi, retribusi dari wisata religi tersebut tahun ini ditarget sebesar Rp 1,5 miliar.

Apakah ada rencana menarik retribusi saat peziarah masuk makam? ’’Kemarin ada rencana demikian, tetapi urung dilakukan karena tidak etis. Ini masih kami bahas bagaimana solusinya. Yang jelas, sesuai perda, retribusi itu ada,” tutupnya.

Editor : M. Sholahuddin

Reporter : son/c12/diq

Saksikan video menarik berikut ini:


Close Ads