alexametrics

Warga Asal Gresik Ini Tuturkan Kesaksian Kebiadaban PKI

30 September 2021, 20:40:03 WIB

JawaPos.com- Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia (G30 S/PKI) 1965 itu memang cerita masa lalu. Namun, tentu masih banyak orang yang tidak dapat melupakan begitu saja kejadian kelam kala itu. Tidak terkecuali di Kabupaten Gresik.

Salah seorang di antaranya adalah Muchsin. Ditemui di rumahnya di Desa Wedoro Anom, Kecamatan Driyorejo, Kamis (30/9) Muchsin masih tampak sehat. Usianya memang tidak lagi muda. Sudah lebih dari 85 tahun. Tapi, ingatannya juga masih kuat.

Di kampungnya, Muchsin memang dikenal sebagai salah seorang tokoh yang anti PKI. Kerap berada di garda depan ketika ada gerakan yang menyakiti kiai atau Islam. Saat muda, dia adalah kader Gerakan Pemuda (GP) Ansor. Dia pun masih ingat betul nama ketua ranting Nahdlatul Ulama (NU) di wilayah setempat.

Saat diminta untuk bercerita tentang PKI, Muchsin pun menarik nafas panjang. Sorot matanya nanar. Menatap ke arah langit-langit, seolah-olah dirinya mengumpulkan kepingan cerita kelam tersebut. Dengan menggunakan bahasa Jawa, dari mulutnya pun mengalir sejumlah kisah yang bisa membuat bulu kudu berdiri.

Di tahun 1965 itu, dia mendapat kabar bahwa ada salah seorang kiai di kampungnya mendapat ancaman pembunuhan dari tokoh PKI beserta orang-orang pendukungnya. Ancaman itu juga diterima tokoh-tokoh Islam lain. Dia juga menyebut nama-nama tokoh bersangkutan.

Mendangar kabar itu, darah muda Muchsin pun seperti mendidih. ‘’Saya pun berpamitan kepada ketua Ansor. Daripada kedahuluan, biar saya yang menduhului untuk menghabisi mereka. Ada dua orang (tokoh PKI, Red) yang akan saya datangi,’’ ungkapnya.

Editor : M. Sholahuddin

Saksikan video menarik berikut ini: