alexametrics

Lahirkan Bayi, Terpapar Covid-19, Pasutri Ini Pesan Makam Berdampingan

30 Juli 2021, 06:22:24 WIB

JawaPos.com – Baihaqi Nur Syihabuddin tentu belum mengerti tentang kondisi pandemi Covid-19 saat ini. Sebab, usianya baru beberapa hari. Namun, bayi laki-laki itu sudah merasakan dampak ganasnya virus tersebut. Kedua orangtuanya meninggal dunia setelah berjuang melawan Covid-19.

Bocah asal Desa Pinggir, Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik, itupun tidak lagi bisa mendapat asupan air susu ibunya (ASI). Kini, bayi mungil tersebut diasuh oleh kakek dan neneknya, bersama dua kakaknya. Yakni, Elina Nuriyah Rahmatika, 14, dan Zairah Nur Afiyah, 10. Mereka semua telah yatim piatu.

Siti Nur Hasanah, sang ibu, berpulang setelah 11 hari melahirkan Baihaqi. Tepatnya, pada 4 Juli 2021 lalu. Perempuan berusia 37 tahun itu terpapar Covid-19. Sepekan kemudian, ayahnya yang bernama Basari, 45, juga menyusul. Rupanya Tuhan memiliki kehendak lain. Memanggil pasangan suami istri (pasutri) tersebut.

Shidiq Susanto, paman Baihaqi, menceritakan, sang ibu mereka itu sempat kesulitan mendapat perawatan. Maklum, belakangan hampir semua rumah sakit penuh. Namun, pada akhirnya, mendapat kamar dan menjalani perawatan medis. Hanya bertahan selama 13 hari. Lalu, berpulang.

“Saya yang merawat selama isolasi di rumah sakit. Kondisinya tidak kunjung membaik. Almarhumah (Siti Nur Hasanah, Red) tetap berjuang menjalani persalinan. Alhamdulillah, bayi yang dikandungnya sehat,” ujarnya.

Sepeninggal Siti Nur Hasanah, kemudian Shidiq kembali merawat Basari, suami adiknya. Kondisinya sama. Terkonfirmasi positif Covid-19. “Sebelum meninggal, dia sudah berpesan agar dimakamkan berdampingan dengan istrinya,” kata Shidiq.

Editor : M. Sholahuddin

Reporter : yog

Saksikan video menarik berikut ini:




Close Ads