alexametrics

Subandi Cocok dengan Muhdlor, Mas Iin Mantap dengan Ainun Jariyah

30 Juli 2020, 17:48:28 WIB

JawaPos.com – Pergerakan politik Sidoarjo semakin dinamis. Selain pasangan Ahmad Amir Aslichin (Mas Iin) dan Ainun Jariyah, muncul kombinasi figur lain. Latar belakangnya juga merupakan kader PKB. Yakni, Subandi yang mantap mendampingi Muhdlor Ali. Dari kepala desa siap menjadi wakil bupati.

Subandi adalah mantan Kades Pabean, Sedati. Kini dia duduk di anggota DPRD sebagai ketua komisi A. Subandi mengaku dirinya sudah didekati calon-calon lain. ”Banyak yang melamar,” ungkapnya.

”Akhirnya, diminta Gus Muhdlor (Muhdlor Ali, Red) untuk kerja sama antara W1 dan W2. Nah, visi-misinya ternyata cocok,” katanya. Konsep yang dibangun adalah kerja sama. ”Jadi, ceritanya, tidak ada kerja tinggal-meninggal. Intinya membangun Sidoarjo,” tegasnya. Subandi merasa terpanggil saat diajak menata Kota Delta.

Alasan lain memilih Gus Muhdlor, lanjut dia, adalah sosoknya yang dianggap fresh. Mudah merespons. Harapannya, ada perubahan baru. Dinas-dinas perlu sentuhan. Selain itu, Gus Muhdlor sudah mendapat surat tugas dari DPP PKB.

Surat tugas itu memang berbeda dengan rekomendasi. Rekomendasi sudah detail menyebut nama. ”Kalau surat tugas ini, meminta agar turun ke lapangan mencari elektabilitas yang tinggi,” urai Subandi.

Karena dapat surat tugas tersebut, mereka berani memasang gambar dengan foto Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar. Sebagai komitmennya, Subandi mengaku sudah menjalin komunikasi dengan forum kepala desa. Mereka menghendaki Subandi menjadi cawabup. Dengan siapa pun. ”Sembilan kecamatan sudah komitmen mendukung,” katanya.

Sementara itu, calon bupati Achmad Amir Ashlichin (Mas Iin) sudah mantap dengan Ainun Jariyah. ”Saya harus mengakomodasi aspirasi yang ada. Terutama dari Bu Nyai sebagai ibu. Dan Pak Kiai sebagai bapak, selain teman dan sahabat,” ujar Mas Iin.

Apa alasan memilih Ainun Jariyah? Sebab, mereka pasti mengedepankan objektivitas untuk kebaikan dan kemajuan Sidoarjo. Juga kesejahteraan masyarakatnya. Selain itu, Mas Iin menilai sosok Ainun punya banyak pengalaman. Dia seorang pendidik dan pengelola sekolah. Mulai MI, MTs, hingga MA muslimat NU Sidoarjo.

Yang bersangkutan juga merupakan praktisi kesehatan sebagai pengelola Rumah Sakit Islam Siti Hajar. Juga penggiat UKM kerajinan tas Tanggulangin. Termasuk anggota DPRD Sidoarjo dua periode. ”Beliau ketua badan kehormatan. Juga bendahara Fraksi PKB DPRD Sidoarjo,” katanya. Figur matang. ”DPP PKB sepertinya sudah tahu menguatnya aspirasi ini,” pungkasnya.

Calon lain yang berencana maju lewat PKB adalah Nur Ahmad Syaifuddin. Lelaki yang juga menjabat Plt bupati Sidoarjo itu mengaku berupaya maksimal. Di antaranya, berkomunikasi dengan NU dan banomnya. ”Sudah 17 kecamatan NU dan banomnya. Seluruhnya, ya,” katanya.

Dengan PC NU pun demikian. ”Yang kami lakukan, yang terpenting, bagaimana masyarakat punya persepsi yang benar terhadap pesta demokrasi,” katanya.

Sebab, jika persepsi benar, pilihannya akan mengarah ke yang baik. Dia mengaku tetap bersabar menunggu keputusan partai. Harapannya, partai bisa memotret keadaan Sidoarjo dengan sebenarnya. ”Sehingga keputusan jadi jawaban keadaan Sidoarjo,” katanya.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : uzi/c12/roz



Close Ads