alexametrics

DKPP Surabaya Pastikan Hewan Kurban Layak Sembelih

30 Juli 2020, 14:48:19 WIB

JawaPos.com – Upaya memastikan kelayakan hewan kurban yang masuk Surabaya terus dilakukan pemkot. Melalui dinas ketahanan pangan dan pertanian (DKPP), ribuan hewan yang dijual musiman itu sudah mendapatkan pemeriksaan antemortem. Hasilnya sangat baik. Sebagian besar kondisinya sehat dan layak dipotong.

Pemeriksaan dilakukan DKPP sejak Senin lalu (13/7). Sasarannya pun masif. Yakni, semua pedagang hewan ternak di berbagai lokasi. Tujuannya, memastikan kondisi hewan baik dan sehat. ’’Untuk pemeriksaan ini, kami lakukan hingga besok (hari ini, Red),’’ ucap Plt Kabid Peternakan dan Penyuluhan DKPP Surabaya Rahmad Kodariawan kemarin siang (29/7).

Rahmad menuturkan, pemeriksaan antemortem meliputi fisik dan kondisi kesehatan hewan. Termasuk melihat postur hewan yang dijual. Dalam prosedur itu, petugas menemukan beberapa hewan yang kurang layak. Misalnya, kakinya pincang atau mengalami sakit kulit.

Kabar baiknya, petugas tidak menemukan penyakit berat pada hewan-hewan tersebut. Misalnya, penyakit antraks. Penyakit-penyakit yang ditemukan tergolong ringan, seperti diare atau demam. Jumlahnya pun sangat sedikit.

Berdasar data DKPP, di antara total 8.278 hewan yang diperiksa, hanya 15 yang ditemukan sakit. Sisanya dipastikan sehat. Menurut Rahmad, pedagang akan diberi tahu jika ada hewan yang dijualnya sakit. Harapannya, hewan tersebut segera diperiksakan atau diobati.

Tindakan lebih tegas dilakukan untuk yang kondisinya pincang. Hewan tersebut akan ditarik dari penjualan karena tak sesuai dengan syariat yang berlaku.

Pemeriksaan oleh DKPP sejatinya tak hanya berlangsung sebelum penyembelihan atau ketika masih berada di tangan penjual. Pemeriksaan juga dilakukan pas hari H atau saat penyembelihan alias postmortem. ’’Untuk pemeriksaan postmortem kami lakukan hingga tiga hari,’’ kata Rahmad.

Pemeriksaan postmortem dilakukan terhadap daging dan organ hewan. Termasuk melihat ada cacing atau tidak di bagian hati hewan kurban. Dengan begitu, masyarakat tidak khawatir dengan daging yang dibagikan nanti.

Dalam pemeriksaan tersebut, DKPP menggandeng Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Surabaya. Total ada 60 dokter hewan yang diterjunkan ke lokasi. Sasarannya adalah seluruh masjid atau musala yang menyelenggarakan penyembelihan hewan kurban secara mandiri. Khususnya masjid besar seperti Masjid Nasional Al Akbar.

Rahmad menambahkan, sebelum daging dibagikan, petugas akan mengecek dahulu. Dilihat ada cacing atau tidak. Jika semua layak, daging langsung dibagikan ke masyarakat.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : omy/c7/ady



Close Ads