alexametrics

Surati Pasien Terkonfirmasi di Perumahan Mewah Supaya Mau Diisolasi

30 Juni 2020, 16:48:49 WIB

JawaPos.com – Dua pekan waktu yang diberikan Presiden Joko Widodo agar kasus Covid-19 di Jawa Timur, termasuk Surabaya, bisa turun drastis. Pemkot Surabaya memaksimalkan berbagai upaya untuk mengatasi virus korona jenis baru tersebut. Memutus penularan di kawasan perumahan elite serta memaksimalkan kapasitas ruang perawatan pasien menjadi prioritas.

Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya Febriadhitya Prajatara mengungkapkan, dari berbagai pelacakan pasien terkonfirmasi Covid-19 itu, ada banyak temuan di perumahan elite atau mewah. Aparat di tingkat kecamatan setempat seperti koramil dan polsek juga dilibatkan dalam koordinasi dan pelacakan tersebut.

”Kami langsung kirimi surat pemilik rumah yang konfirm tersebut untuk isolasi mandiri. Tapi, kami juga merayu mereka untuk masuk ke asrama haji,” ungkap Febri di balai kota, Senin (29/6).

Asrama haji digunakan untuk tempat isolasi warga terkonfirmasi positif Covid-19, tetapi termasuk orang tanpa gejala (OTG). ”Bukan pengelola perumahannya yang kami surati. Tapi, langsung pemilik rumahnya,” tegas Febri.

Petugas pelacakan tidak tahu persis bagaimana kondisi di rumah tersebut. Karena itu, dengan mengeluarkan orang tersebut dari rumah mewah atau elite itu, potensi penularan kepada keluarga akan semakin kecil. Tindakan tersebut memang membutuhkan ketegasan sekaligus rayuan jitu agar orang itu mau isolasi di luar rumah.

”Ada beberapa indikasi yang membuat penghuni rumah mewah tersebut menjadi pasien terkonfirmasi. Salah satunya, mereka bisa bepergian. Pintu penerbangan dan dari laut juga sudah dibuka,” ungkapnya.

Selain memutus mata rantai dari lingkungan warga, penanganan pasien yang sudah masuk rumah sakit juga menjadi prioritas. Senin pagi (29/6) Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini berdiskusi dengan para dokter dan pengurus rumah sakit di Surabaya. Pertemuan hampir dua jam itu sempat menghangat sampai Risma sujud dua kali dan menangis. Dia meminta maaf kalau masih dianggap belum becus dalam menangani Covid-19 di Surabaya.

”Warga bukan Surabaya aja kami masih urus, apalagi warga Kota Surabaya,” kata wali kota perempuan pertama Surabaya itu.

Swab Negatif Sekali Bisa Pulang

Hasil uji swab negatif sekali langsung boleh pulang menjadi pembahasan yang mengemuka dalam pertemuan tersebut. Padahal, sudah ada anjuran dari WHO. Pemkot pun sudah berkonsultasi dengan Kemenkes dan diperbolehkan. Tetapi, memang pada praktiknya, masih ada rumah sakit yang meminta hasil uji swab negatif dua kali baru boleh pulang.

Yang menjadi persoalan, hasil tes swab tersebut keluar tidak hanya sehari dua hari. Tapi, bisa hitungan pekan. Akibatnya, pasien yang sudah negatif Covid-19 itu masih harus menunggu di rumah sakit.

”Kalau secara medis, pasien yang sudah tidak bergejala tadi dari ilmu virologi mengatakan bahwa sekian hari sembuh, dia bisa pulang dan tak menular lagi,” ungkap Ketua IDI Surabaya dr Brahmana Askandar seusai pertemuan tersebut. Dia memastikan bila kondisi pasien baik setelah hasil tes swab negatif, pasien itu bisa saja pulang.

Secara terpisah, Kepala BPJS Cabang Surabaya Herman Dinata Mihardja mengungkapkan, memang masih ada aturan yang memberlakukan dua kali uji swab negatif baru boleh pulang. Aturan tersebut mengacu pada Peraturan Menteri Kesehatan 238/2020 terkait petunjuk teknis penggantian biaya perawatan pasien Covid-19. Petugas BPJS bertugas memverifikasi secara administrasi pelayanan kesehatan.

”Harapannya kalau memang tak sakit berat, bisa isolasi di asrama haji atau hotel. Di rumah sakit memang yang berat yang membutuhkan perawatan,” ungkap dia.

Menanggapi keluhan soal uji swab negatif dan penggantian biaya ke pemerintah, Risma langsung meminta supaya pasien itu dikeluarkan. ”Kalau memang tidak bisa diklaim ke BPJS, silakan klaim kepada kami. Sejak awal saya sampaikan itu,” tegasnya.

Kepala Pinere RSUD dr Soetomo dr Sudarsono yang turut dalam pertemuan tersebut menjelaskan bahwa berdasar ilmu virologi setelah hasil uji swab negatif sekali, bisa jadi virus yang terdeteksi bukanlah virus yang hidup. ”Mungkin itu hanya puing-puingnya. Karena kalau PCR itu puing terdeteksi. Sehingga pasien itu aman,” kata dia.

Percepatan Penanganan Covid-19

  • Bagi masker ke warga
  • Hukuman untuk pelanggar protokol kesehatan
  • Micro-lockdown di perkampungan
  • Memperbanyak tes swab
  • Swab negatif sekali bisa pulang bila tanpa ada penyakit berbahaya lain.
  • Sebanyak 429 tempat tidur kosong di 50 rumah sakit di Surabaya, Senin (29/6).

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : jun/c6/ady



Close Ads