alexametrics

Mulai Uji Coba Sekat Pelindung Ojek Online

30 Juni 2020, 00:12:56 WIB

JawaPos.com – Operator ojek online (ojol) dan taksi online (taksol) meningkatkan keamanannya untuk mencegah penyebaran Covid-19. Gojek misalnya, mulai minggu ini mengujicobakan penggunaan sekat pelindung. Sekat itu berfungsi untuk meminimalisasi penyebaran virus melalui droplet. Sekat ini juga dipasangkan pada armada roda empat GoCar.

Vice President Strategic Regional Head Gojek Jatim Bali Nusra Leo Wibisono mengatakan, setelah uji coba ini, pihaknya akan mengolah masukan yang didapat di lapangan. Baik dari mitra driver maupun penumpang. “Nantinya tercipta suatu standar yang benar-benar mampu menjawab kebutuhan riil. Ditinjau dari aspek kesehatan, maupun keamanan, dan kenyamanan saat berkendara di jalan,” katanya dalam siaran pers, Senin (29/6).

Sekat pelindung pada GoRide akan diimplementasikan secara bertahap di kota-kota operasional utama di Indonesia. Selebihnya, sebanyak 15.000 sekat pelindung pada GoCar siap dipasang secara bertahap mulai pertengahan Juni. Sebelumnya, sekat pada GoCar telah terpasang pada lebih dari 1.000 armada di Jakarta dan Semarang.

Sekat pengaman di mobil Gocar, Jumat (26/6). (Puguh Sujiatmiko/Jawa Pos)

Di luar itu, Gojek juga menyediakan fitur status suhu tubuh dan kebersihan kendaraan pada aplikasi. Melalui fitur ini, pengguna dapat mengetahui suhu tubuh dan kebersihan kendaraan mitra driver saat memesan layanan GoRide dan GoCar, layanan logistik dan pesan-antar makanan GoFood. Dengan standar keamanan ini diharapkan baik penumpang maupun driver sama-sama dapat melakukan perjalanan dengan lebih nyaman dan aman.

Sementara itu operator transportasi online asal Surabaya Nujek juga bersiap menambahkan sekat pada armada layanan roda dua (NuRide) dan roda empat (NuTaxi). “Perkiraan Agustus baru mulai ada penyekat menuju new normal,” kata CEO Nujek Mochammad Ghozali. Untuk sementara ini, Nujek menganjurkan driver untuk menggunakan jaket, masker, helm dan sarung tangan. Tentu dengan dilengkapi hand sanitizer serta pengecekan suhu tubuh sebelum melayani penumpang.

Penumpang, imbuh Ghozali, dianjurkan untuk membawa helm SNI sendiri. Hal serupa juga dilakukan oleh Gojek. Jika salah satu dari penumpang atau pun driver tidak mengenakan helm atau masker, maka salah satu pihak berhak membatalkan perjalanan.

Contoh sekat pengaman yang dipasang di armada Gojek, Jumat (26/6). (Puguh Sujiatmiko/Jawa Pos)

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : rin



Close Ads