alexametrics

Jarang Dijenguk Dokter Jadi Keluhan Pasien Covid-19 di Jatim

30 Juni 2020, 16:16:51 WIB

JawaPos.com – Akibat pandemi virus korona, pemerintah daerah di seluruh kabupaten/kota di Jatim mengalokasikan dana khusus lewat APBD masing-masing. Anggaran dipakai untuk pencegahan hingga penanganan pasien.

Namun, dalam beberapa hari terakhir, keluhan seputar penanganan para pasien positif Covid-19 di sejumlah daerah mulai mencuat. Mereka mempertanyakan kualitas perawatan yang diterima.

Terbaru terjadi di Lumajang. Pemangku kebijakan di kabupaten tersebut sudah menyiapkan dana hingga Rp 130 miliar untuk penanganan kesehatan selama pandemi Covid-19. Hanya, realisasinya jadi rasan-rasan. Pemicunya adalah pengakuan sejumlah pasien positif Covid-19 yang telah sembuh. Mereka mengaku ditangani ala kadarnya.

Itu, antara lain, diungkapkan QR, pasien yang sempat diisolasi di sebuah rumah sakit di Lumajang pasca divonis positif terjangkit Covid-19. Versi dia, tidak ada perlakuan khusus. ”Selama perawatan, diberi dua jenis obat, vitamin, dan makan rutin untuk lima hari,” katanya. Bahkan, ketika dinyatakan sembuh, dia pulang sendiri bersama keluarganya.

Hal serupa diungkapkan pasien sembuh berinisial MI. Selama menjalani isolasi di rumahnya, pelayanan kesehatan yang diterima hanya beberapa kali swab test dan sekali pemberian vitamin. ”Untuk urusan kebutuhan sehari-hari diberi oleh kerabat-kerabat dan para relawan,” katanya.

Sementara itu, pihak dinas kesehatan (dinkes) belum bisa berkomentar banyak soal penggunaan anggaran tersebut. Sebab, detailnya harus dipastikan dulu ke pihak rumah sakit.

Sebelumnya, keluhan seputar penanganan pasien Covid-19 juga muncul di Jombang. Masalah itu mencuat setelah beredarnya video telekonferensi antara Bupati Mundjidah Wahab dan perwakilan pasien yang menjalani karantina di rumah isolasi gedung tenis indoor.

Banyak pasien yang mengeluhkan penanganan di rumah isolasi yang dinilai minim. Dalam video berdurasi 13 menit itu, ada cukup banyak keluhan yang mereka sampaikan kepada bupati. Salah satunya soal bantuan bagi keluarga pasien selama menjalani isolasi.

Mereka juga mengeluhkan penanganan yang dianggap jauh dari layak. Salah satunya adalah jarangnya dokter menyambangi pasien. ”Selama kami di sini, tidak ada dokter yang menjenguk. Kami hanya dikumpulkan tanpa perawatan dan pengawasan yang jelas,” kata seorang pria yang mengaku berasal dari Kecamatan Bareng dalam video itu.

Koordinator Bidang Penanganan Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Jombang dr Pudji Umbaran membenarkan isi video telekonferensi tersebut.

Pihaknya menyebutkan sudah menempatkan tenaga kesehatan perawat di lokasi. ”Benar memang di sana yang jaga hanya tenaga kesehatan perawat, kalau ada keluhan bisa lapor ke tenaga kesehatan yang berjaga di sana,” ungkap Pudji.

Seputar Keluhan Pasien Covid-19 saat Dirawat

  • Klaim pasien soal layanan minimalis selama dirawat.
  • Pasien yang menjalani isolasi mandiri jarang dipantau petugas.
  • Pasien yang belum terkonfirmasi positif Covid-19 mengaku dicampur dengan pasien positif di tempat isolasi.
  • Tidak ada bantuan ekonomi bagi keluarga pasien selama menjalani isolasi.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : son/fid/riz/naz/c10/ris



Close Ads