alexametrics

Alat Bantu Napas Risma Sudah Dilepas

Presiden Jokowi Menjenguk
30 Juni 2019, 10:17:59 WIB

JawaPos.com – Doa kesembuhan untuk Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini datang dari banyak pihak. Mulai Presiden Joko Widodo, Wakil Presiden Jusuf Kalla, para menteri yang menjenguk langsung ke ruang ICU RSUD dr Soetomo, hingga doa jemaat gereja di Jayapura.

Kondisi Risma hingga semalam (29/6) atau hari kelima perawatan intensif menunjukkan perkembangan yang amat baik. Dia sudah bisa mengobrol dengan tamu yang diperbolehkan bertemu langsung.

Alat bantu pernapasan yang sebelumnya terpasang sudah dilepas sekitar pukul 11.00.

Kepada publik yang tak bisa langsung bertemu, Risma menuliskan pesan pada selembar kertas. “Terima kasih untuk semua yang mendoakan saya. Insya Allah saya akan segera pulih dan melayani warga Surabaya kembali.”

Fuad Bernardi, putra Risma, menuturkan bahwa ibunya sudah bisa ngobrol gayeng saat bertemu Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara yang datang sekitar pukul 15.30 walau suaranya masih serak. Risma juga sudah bisa salat Duhur dan Asar meski masih di atas ranjang. Sesaat setelah alat bantu pernapasan dicabut, dia pun melakukan video call dengan cucunya, Gwen Syareefa Bernardi.

DOA UNTUK IBU WALI KOTA: Para mahasiswa penerima beasiswa triple helix menuliskan doa untuk kesembuhan Wali Kota Tri Rismaharini di Universitas Surabaya kemarin (28/6). (Alfian Rizal/Jawa Pos)

“Kalau kata dokter kan gini, yang penting obat antibiotiknya itu harus diselesaikan dalam waktu seminggu,” ujar Fuad.

Dia bersama istrinya, Erra Masita Maharani, berjalan menuju Graha Amerta tempat sementara keluarga Risma menginap. Sejak Selasa malam (25/6) Risma diopname di ruang ICU yang terletak di Gedung Bedah Pusat Terpadu RSUD dr Soetomo. “Semoga Senin atau Selasa bisa keluar dari rumah sakit,” kata Fuad.

Dari observasi perawatan diketahui Risma menderita sakit mag, asma, dan ditemukan ada plak dalam paru-paru. Sedangkan jantung dan kadar kolesterol bagus. Pihak keluarga akan lebih menjaga kesehatan Risma setelah sembuh nanti.

Ruang ICU RSUD dr Soetomo tempat Risma dirawat intensif tidak sembarangan bisa diakses.

Dari pagi hingga malam terlihat Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Ketua Otoritas Jasa Keuangan Wimboh Santoso, serta Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara. Pukul 19.45 terlihat Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bersama Kapolri Jenderal Tito Karnavian datang menjenguk.

Pada pukul 21.08, Alphard hitam yang mengantarkan Presiden Joko Widodo bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo tiba di lobi Gedung Bedah Pusat Terpadu. Di belakangnya ada mobil yang membawa Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan.

Mereka langsung menuju ruang perawatan Risma dengan didampingi keluarga. Sembilan menit kemudian, Jokowi dan rombongan keluar dari gedung.

Fuad menuturkan Jokowi mendoakan kesembuhan Risma. Selain itu juga berpesan agar Risma tidak terlalu banyak pikiran. “Jangan mikir berat-berat. Sudah ditunggu masyarakat Surabaya,” ujar Fuad. Risma mengucapkan terima kasih atas kedatangan Jokowi. “Ibu, beliau menyampaikan terima kasih dan maaf merepotkan,” imbuhnya.

MEMBAIK: Kabag Humas Pemkot Surabaya M. Fikser (dua dari kiri) didampingi Direktur RSUD dr Soetomo Dr Joni Wahyuhadi dr Sp BS (K) (tengah) saat memaparkan kondisi terbaru Wali Kota Tri Rismaharini kemarin (27/6). (Alfian Rizal/Jawa Pos)

Sementara itu, siang kemarin (29/6), sekitar pukul 13.40, Direktur Utama Jawa Pos Leak Kustiyo, Pemimpin Redaksi Abdul Rokhim, Senior Manager Bisnis Rensi Dewi Bulan, dan Senior Manager IT Sugiarto juga menjenguk Risma. Mereka ditemui Kabaghumas Pemkot Surabaya M. Fikser yang sekaligus menjadi perwakilan keluarga.

“Biasanya nanti ada waktunya kami dipanggil. Akan kami sampaikan kalau teman-teman Jawa Pos datang menjenguk,” ujar Fikser. Kunjungan sekitar 20 menit itu membahas pula kondisi terkini Risma. “Kami doakan beliau lekas sembuh dan bisa bekerja kembali,” kata Rokhim.

Fikser menuturkan bahwa Risma sudah tak sabar lagi ingin bekerja. Dia ingin memegang lagi komputer tablet dan HT-nya. Dia ingin segera tahu kondisi kota. “Kalau saya sakit lama, saya kasihan bagaimana kondisi anak yatim,” ujar Fikser menirukan Risma.

Direktur Utama RSUD dr Soetomo dr Joni Wahyuhadi SpBS membenarkan bahwa kondisi Risma sudah membaik dan alat bantu pernapasan dilepas. Namun, belum ada rencana pemindahan Risma ke ruangan biasa.

Dokter yang merawat Risma langsung dr Hardiono SpAn KIC KAKV mengatakan, kondisi pernapasan sudah stabil. Tidak ada pembatasan untuk bicara. Hanya, ketika alat pernapasan dilepas, suara belum langsung maksimal. Adapun slang sonde masih dipasang untuk membantu memenuhi nutrisi tubuh. “Tapi, sudah mulai diimbangi dengan makanan lain juga. Beliau makan bubur,” tuturnya.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : (jun/ika/c10/ayi)


Close Ads