alexametrics

Nekat Angkut Pemudik, Perusahaan Pelayaran Akan Disanksi

30 April 2020, 03:07:50 WIB

JawaPos.com – Pemerintah melarang seluruh masyarakat untuk mudik pada Lebaran tahun ini. Aturan itu mulai direalisasikan di Pelabuhan Tanjung Perak. Pengusaha kapal akan dikenai sanksi jika masih nekat mengangkut warga yang pulang kampung saat Ramadan.

Dari pantauan, sosialisasi larangan mudik mulai digencarkan Pelindo III dan instansi di pelabuhan lainnya. Ada spanduk yang dipasang di dekat pintu masuk. Selain itu, pemberitahuan dilakukan kepada siapa pun yang masuk ke pelabuhan.

Kabid Kerja Sama Penjagaan, Patroli, dan Penyidikan Kantor Kesyahbandaran Utama Pelabuhan Tanjung Perak Roni Fahmi menjelaskan bahwa instansinya akan mengawal kebijakan itu dengan tegas. Ada razia untuk memantau kondisi kapal. Dari pengecekan, ternyata belum semua pemilik kapal patuh pada aturan.

Selasa (28/4) ada sembilan pemudik yang tepergok masuk KM Legundi. Mereka didapati saat petugas melakukan razia. Pemudik tidak berada di tempat penumpang. Tetapi bersembunyi dan masuk ke angkutan barang. ’’Kami langsung suruh keluar truk dan turun,’’ kata Roni.

Dia menjelaskan bahwa kantor kesyahbandaran tidak bisa menoleransi hal semacam itu. Nanti diselidiki bagaimana pemudik bisa masuk. Termasuk siapa yang terlibat dalam pelanggaran.

Soal sanksi untuk perusahaan pelayaran, Roni menjelaskan bahwa aturannya sudah jelas. Tahap awal pengelola kapal akan dikenai teguran tertulis. Sanksi akan dilanjutkan ke tingkat yang lebih berat. ’’Yang paling berat akan dicabut izin operasionalnya. Ini sudah tercatat di undang-undang,’’ tegas Roni.

Dia mengakui bahwa aturan larangan mudik cukup memberatkan perusahaan pelayaran. Namun, dia meminta pengusaha patuh terhadap kebijakan tersebut demi mencegah persebaran Covid-19.

Kepala Humas Pelindo III Regional Jatim Rendy Fendy menegaskan bahwa masa mudik penumpang kapal lebih lama dibanding bus atau pesawat terbang. Mengacu tahun lalu, pada awal puasa biasanya sudah ada peningkatan pengunjung. ’’Antisipasi dilakukan sejak awal. Kami ada pos untuk menghalau pemudik di GSN,’’ kata Rendy.

Menurut dia, sehari-hari rata-rata ada lima kapal laut yang bersandar di Pelabuhan Tanjung Perak. Angkutan membawa ribuan penumpang. Sebagian besar menuju Sulawesi dan Kalimantan.

Rendy menegaskan bahwa larangan hanya untuk membawa penumpang. Pemilik kapal tetap diperbolehkan membawa logistik. Tentu, mereka harus mendapatkan izin dari kantor kesyahbandaran.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : hen/c15/git

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads