alexametrics

Daftar Sekolah Terimbas Pandemi, Uji Kompetensi Juga secara Daring

30 April 2020, 04:30:29 WIB

JawaPos.com − Pendaftaran sekolah swasta kini mulai di buka. Adanya pembatasan aktivitas membuat sekolah harus putar otak. Proses penerimaan siswa baru yang biasanya menggunakan proses tatap muka kini harus ditiadakan. Berganti dengan pendaftaran secara daring.

SMP-SMA Shafta salah satunya. Sekolah berbasis Islami tersebut membuka pendaftaran sejak 12 Maret lalu. Kini seluruh tahap dilakukan secara daring. Data-data siswa harus di-scan, kemu dian diunggah. ’’Bisa melalui WhatsApp, e-mail, atau upload di Google form,’’ jelas Desi Intan Purnamasari, humas SMP-SMA Shafta.

Data yang diberikan mulai kartu keluarga, pasfoto, hingga pernyataan orang tua. Sebagai seleksi awal, calon siswa juga diminta melampirkan hasil rapor pembelajaran selama tiga tahun. Bukti prestasi lainnya atau ijazah hafalan Alquran juga bisa disertakan. ’’Dibagian ini biasanya kami lakukan secara tatap muka. Tapi sekarang tidak memungkinkan. Jadi harus begini dulu,’’ ucapnya.

Pihak sekolah sendiri tetap melakukan tes uji kompetensi calon siswa. Tes tersebut juga dilakukan dalam waktu yang sudah ditentukan secara daring. ’’Ada uji kemampuan akademik dan kemampuan baca Alquran,’’ jelas perempuan yang akrab disapa Intan tersebut.

Pertemuan tatap muka nanti baru dilangsungkan pada masa daftar ulang jika calon siswa su dah dinyatakan lolos dari hasil seleksi. Hal tersebut juga melihat kondisi apakah pandemi sudah berakhir atau belum.

Hal senada disampaikan Kepala SMP Khadijah 2 Umi Muntafi’ah. Jika sebelumnya bisa presentasi di beberapa sekolah dasar, kini harus menginformasikan satu per satu ke wali murid kelas VI. Umi mengatakan, para pendaftar bisa mengisi aplikasi formulir. Setelah dikonfirmasi, akan ada pemenuhan persyaratan lain. Di antaranya, KK dan ijazah SD yang bisa disusulkan karena para siswa kelas VI belum lulus.

Bagaimana dengan tahap verifikasi? Umi menyadari bahwa bertatap muka langsung dengan calon anak didik dan wali murid sangat penting. Namun, dia akan menunggu perkembangan pandemi. Harapannya, pertengahan Juni sudah selesai. ’’Nanti ada seleksi akademik dasar,’’ jelasnya.

Seleksi yang dimaksud adalah ujian materi Alquran, bahasa Inggris, dan matematika. Jika virus ko rona jenis baru masih mewabah, seleksi tersebut akan diupayakan secara online. Untuk tes kepri badian anak, Umi tidak menjamin proses wawancara bisa dilakukan secara online. Sebab, untuk mengetahui kapasitas diri, harus di lihat secara langsung.

Penyesuaian juga dilakukan SD Margie. Pendaftaran via daring sebenarnya dilakukan sejak lama.

Namun, mereka kini meniadakan tes kemampuan siswa sementara. ’’Ya karena terkendala situasi, jadi sementara menggunakan rapor dulu,’’ ucap Evlin Trihandari, humas SD Margie.

Evlin mengatakan, tes yang digunakan untuk memetakan kemampuan siswa tersebut baru dilangsungkan saat siswa baru masuk nanti. ’’Kalau dari dinas sudah menyatakan anak-anak bisa ke sekolah, baru kami lakukan,’’ paparnya kemarin (28/4).

Menurut Evlin, hal tersebut tidak menghalangi orang tua un tuk melakukan pendaftaran. Ki ni kuota calon siswa baru sudah terisi hingga 75 persen.

Ida Iskandar, salah satu orang tua calon siswa, mengatakan bahwa pendaftaran secara daring memang ada plus minusnya sendiri. ’’Kalau saya sendiri kurang sreg karena tidak bisa nanya langsung soal sekolah dan kegiatannya,’’ ucap ibu Aulia Shabrina tersebut. Seluruh komunikasi harus dilakukan lewat akun WhatsApp humas sekolah yang juga harus menanggapi banyak calon orang tua siswa lainnya.

Kelebihannya, dia memang tidak perlu bolak-balik ke sekolah. Selain itu, seluruh data langsung diunggah melalui internet. Tidak harus membawa berlembar-lembar kertas.

Daftar Sekolah Daring Selama Pandemi

  • Proses pendaftaran menggunakan laman website sekolah sebagai pusat informasi.
  • Pengisian data diri dilakukan di laman secara langsung atau mengunduh formulir.
  • Sekolah meniadakan wawancara untuk menghindari tatap muka.
  • Nilai rapor sebelumnya digunakan sebagai nilai utama.
  • Beberapa sekolah tetap melakukan uji kemampuan siswa sebagai nilai tambahan.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : dya/oby/c15/nor

Saksikan video menarik berikut ini:




Close Ads