alexametrics

Pemkot Bikin Whistle-blowing System, Endus Kecurangan, Silakan Melapor

29 November 2021, 15:48:56 WIB

JawaPos.com – Komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dalam menciptakan lingkungan birokrasi tanpa korupsi diwujudkan dengan membuat Perwali Nomor 28 Tahun 2021. Perwali yang terdiri atas 14 pasal tersebut disosialisasikan sejak pertengahan November.

Kabag Hukum Pemkot Surabaya Ira Tursilowati menyatakan, pihaknya akan memberikan jaminan keselamatan dan keamanan bagi para pelapor. Pelapor tidak perlu khawatir. Keamanan identitas bakal dijamin.

Ira menjelaskan, sosialisasi perwali dilakukan secara online. Seluruh OPD hingga lurah dan camat turut dihadirkan.

Rencananya, pemkot memberikan pemaparan lagi dalam waktu dekat. ”Supaya lebih matang lagi. Respons dari peserta positif semua,” katanya.

Sayangnya, perwali yang disahkan pada 25 Mei lalu itu dinilai kurang maksimal oleh dewan. Komisi A DPRD memberikan beberapa catatan bagi perwali tersebut. Anggota komisi A Imam Syafi’i menuturkan, untuk langkah pertama, pemkot perlu memberikan jaminan keselamatan kepada pelapor. Termasuk keamanan identitas pelapor.

”Tidak perlu lagi orang menulis surat kaleng untuk menyampaikan dugaan korupsi,” ujarnya.

Yang kedua, lanjut politikus Partai Nasdem tersebut, mengenai alat bukti laporan. Imam meminta kepada pemkot agar alat bukti yang disampaikan pelapor dijaga dengan benar. Tidak boleh ada upaya penghilangan barang bukti. Identitas pelapor dan barang bukti menjadi barang vital yang harus dirahasiakan.

Kemudian, terkait dengan waktu atau durasi. Imam menjelaskan, di dalam perwali tidak disebutkan secara detail lamanya laporan direspons. Padahal, pelapor butuh keterangan waktu yang jelas. Tujuannya, memastikan laporan ditindaklanjuti atau tidak. Saat laporan tidak ditindaklanjuti, identitas pelapor tetap harus dijaga.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : sam/c14/git

Saksikan video menarik berikut ini:




Close Ads