alexametrics

Ajak Waspadai Diabetes, Arumi: Olahraga Tak Harus Aktivitas Berat

29 September 2021, 19:53:38 WIB

JawaPos.com- Diabetes melitus (DM) masuk tiga besar penyakit paling mematikan di Indonesia. Berdasar data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), DM menyumbang 6,5 persen kematian di Indonesia. Penyakit itu dapat bersifat menurun. Karena itu, pengawasan dan pengobatannya sangat penting.

Diabetes bisa dikendalikan dengan minum obat, olahraga, serta ditambah dengan support dari anggota keluarga. Peran keluarga sangat penting. Pola hidup sehat dan makanan sehat serta aktivitas fisik dapat diterapkan dalam keseharian. Kalau perlu, dicatat dalam sebuah jurnal.

Ketua Dharma Wanita Kota Surabaya Chusnur Ismiati menyatakan, jurnal kesehatan memuat catatan-catatan penting tentang makanan, kegiatan, kebutuhan nutrisi, dan obat anggota keluarga (bila perlu). Jurnal tersebut menjadi pedoman dan dapat dievaluasi agar setiap anggota keluarga mendapatkan asupan gizi yang baik setiap hari. Dan yang tak kalah penting, terkontrol dengan baik.

’’Sekarang zamannya serbamodern, jadi bisa kita pantau. Di jurnal kesehatan itu, kita juga bisa tahu suhu tubuh. Sebab, infeksi biasanya terjadi jika suhu tubuh di atas 37 derajat,’’ kata Ismiati dalam diskusi Road to World Diabetes Day 2021 yang diselenggarakan Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (Perwosi) dan Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Senin (27/9).

Ketua Tim Penggerak PKK Jawa Timur Arumi Bachsin menambahkan, olahraga tidak harus dilakukan dengan aktivitas yang berat. Bermain bersama anak dan cucu juga dapat menjadi alternatif tubuh untuk bergerak. ’’Jadi, olahraga bisa tetap menyenangkan dan tidak harus keluar rumah,’’ ujarnya.

Kurang gerak dan asupan nutrisi yang kurang baik akan mengakibatkan obesitas. Penyakit yang juga komorbid Covid-19 itu ditemui pada banyak orang dengan obesitas, meski tidak selalu. Manajer Nutrifood Research Center Felicia Kartawidjaja memaparkan, orang Indonesia masih sering melakukan kebiasaan buruk yang dapat mengakibatkan obesitas. Di antaranya, memiliki asupan kalori melebihi yang dibutuhkan. Sebesar 40,7 persen orang Indonesia mengonsumsi makanan dengan ”lemak jahat” seperti gorengan lebih dari sekali sehari.

Editor : M. Sholahuddin

Reporter : rin/c12/ady

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads