alexametrics

Dijuluki Kapten 365, Si Penjambret Kalianak Barat Tertangkap

Beraksi 14 Kali di Surabaya Utara
29 Juli 2019, 19:29:32 WIB

JawaPos.com – Usaha Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak untuk mengungkap kasus penjambretan di Jalan Kalianak Barat, Asemrowo, akhirnya membuahkan hasil. Seorang pelaku diamankan pada Sabtu malam (27/7). Bahkan, tersangka mengaku sudah 14 kali melakukan kejahatan jalanan di wilayah Surabaya Utara.

Namun, polisi belum bisa mengungkap identitas lengkap pelaku yang tertangkap tersebut. Kini unit resmob yang bertugas masih melakukan pengembangan penyelidikan kasus untuk memburu satu pelaku lainnya. ’’Inisial pelaku yang tertangkap AR, usia 22 tahun,’’ kata Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Antonius Agus Rahmanto kemarin (28/7).

Di hadapan penyidik, AR mengakui perbuatannya. Dia sudah 14 kali melakukan kejahatan jalanan di sekitar Surabaya. Misalnya, Jalan Perak Barat dan Perak Timur, Jalan Kalianak, Jalan Margomulyo, Jalan Demak, dan Jalan Tanjung Sadari.

Ketika beraksi, AR biasa menyasar perempuan. Pelaku juga tidak segan-segan melukai korban ketika melakukan aksi bejatnya tersebut. Kini AR harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Dia meringkuk di ruang tahanan Polres Pelabuhan Tanjung Perak.

Hukuman berat jelas menanti di depan mata. Polisi semakin geram setelah mengetahui rekam jejak pelaku. Selama pengejaran, petugas juga menyelidiki akun Facebook AR. Di sana diketahui, pelaku disebut teman-temannya sebagai ’’Kapten 365’’.

Sebagaimana diberitakan, Sulasni akhirnya meninggal dua minggu lalu. Sulasni menjadi salah satu korban keganasan AR bersama seorang rekannya pada 11 Juli lalu. Sementara itu, satu rekan AR yang terlibat penjambretan yang menewaskan Sulasni kini masih diburu petugas. ’’Besok Senin (hari ini, Red) dirilis,’’ tegas Agus.

Ketika itu korban hendak pergi bekerja ke kawasan Margomulyo dari Wonosari Lor, Semampir. Sebelum meninggal, korban kritis lima hari di RS PHC Perak. Korban meninggal karena menderita pendarahan otak dan luka organ dalam setelah terjatuh dari kendaraan.

Agus optimistis timnya dapat menangkap satu pelaku yang menjadi buron tersebut. ’’Jangan macam-macam di wilayah Surabaya,’’ tegas Kapolres lulusan Akpol 2000 tersebut.

Belum tertangkapnya satu pelaku kejahatan membuat masyarakat lebih waspada. Terutama ketika melintasi kawasan-kawasan rawan kejahatan. Agus meminta masyarakat untuk tidak menaruh barang berharga yang bisa mengundang perhatian penjahat.

Dari data Jawa Pos, memang banyak kasus kejahatan di kawasan Surabaya Utara seperti daerah operasi AR di atas. Misalnya, Jalan Margomulyo dan Jalan Demak. Para pelakunya biasa beraksi pada pagi dan malam ketika kondisi jalan sepi.

Misalnya, kasus penjambretan di Jalan Margomulyo pada 6 Desember 2018. Ketika itu tiga orang dalam satu keluarga Perum Citra Graha menjadi korban penjambretan di sana. Mereka adalah Suhartatik (nenek), Eka Yuliana (ibu), dan Balqis Zafarani Amalina (anak). Akibat kejadian tersebut, para korban langsung dilarikan menuju Rumah Sakit BDH untuk mendapat perawatan karena terjatuh setelah dijambret.

Rekam Jejak AR:

  • Sudah beraksi 14 kali
  • Selalu menyasar perempuan
  • Memilih waktu malam dan pagi
  • Tak segan melukai korbannya
  • Dijuluki Kapten 365

 

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : yon/c19/any



Close Ads