Mayoritas Puskesmas di Surabaya Belum Ada Layanan Rawat Inap

29 Juni 2022, 23:28:44 WIB

JawaPos.com- Kota Pahlawan memiliki sebanyak 63 puskesmas. Namun, baru 22 fasilitas kesehatan (faskes) di wilayah itu yang mampu menggelar layanan rawat inap. Komisi D DPRD Surabaya mengusulkan agar pemkot menambah jumlah puskesmas yang menerima rawat inap.

Anggota Komisi D DPRD Surabaya Herlina Harsono Njoto menilai layanan rawat inap perlu diperluas. Minimal separo dari total puskesmas di Surabaya mampu menyediakan layanan itu. ”Artinya, 30–31 puskesmas punya fasilitas rawat inap,” tuturnya.

Kemudian, lokasi puskesmas yang menggelar rawat inap itu harus merata. Terutama di wilayah permukiman penduduk yang jaraknya jauh dari rumah sakit. Herlina mencontohkan di kawasan utara dan timur. ”Di kawasan timur dan utara faktanya minim fasilitas kesehatan yang rawat inap,’’ ujarnya.

Puskesmas sejatinya bisa menggelar rawat inap asalkan mampu membangun ruang tambahan. Sayangnya, mayoritas puskesmas di Surabaya memiliki keterbatasan lahan.

Menurut Herlina, minimnya lahan puskesmas seharusnya tidak menjadi persoalan. Pemkot bisa meminta rumah sakit untuk menambah ruang perawatan. ’’Pasti ada solusinya,’’ jelasnya.

Selain keterbatasan jumlah puskesmas rawat inap, komisi D juga menyoroti besarnya sisa lebih pemakaian anggaran (silpa) Dinkes Surabaya. Setiap tahun nilainya bertambah. Tahun lalu anggaran yang tak terserap itu mencapai Rp 46 miliar. Sementara itu, pada 2020, silpa Dinkes Surabaya Rp 31 miliar.

Wakil Ketua Komisi D DPRD Surabaya Ajeng Wira Wati mengusulkan penggunaan silpa untuk merevitalisasi sanitasi komunal. Sebab, sanitasi komunal yang tidak terawat dikhawatirkan memicu permasalahan kesehatan lainnya. ’’Salah satunya ya diare atau demam berdarah. Di Embong Kaliasin itu miris kondisinya,” ungkap politikus Gerindra tersebut.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Nanik Sukristina mengatakan, tahun depan pihaknya bakal menambah satu puskesmas rawat inap. Saat ini dinkes sedang melakukan detailed engineering design (DED). Tidak dimungkiri, minimnya ketersediaan lahan puskesmas menjadi permasalahan yang dihadapi dinkes.

’’Tapi, kami tetap memaksimalkan pelayanan di semua puskesmas. Baik itu puskesmas rawat inap atau tidak,” tuturnya.

Editor : M. Sholahuddin

Reporter : sam/c6/aph

Saksikan video menarik berikut ini: