alexametrics

Demi Pengembangan Pesantren, RMI Gresik Inisiasi Percepatan Legalitas

29 Juni 2022, 10:43:28 WIB

JawaPos.com- Ada begitu banyak pondok pesantren (Ponpes) di Gresik. Jumlahnya lebih dari seratus unit. Total jumlah santrinya mencapai puluhan ribu orang. Karena itu, wajar Gresik disebut sebagai salah satu kota santri. Namun, sejauh ini belum semua unit ponpes itu telah memiliki legalitas. Baik status tanah hingga izin operasional.

Rabithah Maahid Islamiyah (RMI) Gresik pun tergerak. Selasa (28/6), lembaga di bawah naungan Nahdlatul Ulama (NU) itu mengumpulkan para pengurus Ponpes se-Kabupaten Gresik. Bertempat di Pendapa Putri Mujil, mereka difasilitasi untuk bertemu dan berdialog dengan sejumlah instansi. Di antaranya, Badan Pertanahan Nasional (BPN), Kemenag, dan organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkab Gresik.

‘’Dengan kegiatan ini, kami berharap ada percepatan bagi pesantren yang masih terkendala legalitas. Baik menyangkut sertifikat tanahnya hingga perizinan-perizinan terkait lainnya. Kesempatan ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya,’’ kata Ketua RMI-NU Gresik Ahmad Mufissalam.

Ada banyak manfaat dengan ponpes telah mengantongi legalitas. Terutama menyangkut akses pengembangan pesantren bersangkutan. Gus Salam, panggilan akrab Mufissalam, mencontohkan, ketika pesantren mau mengembangkan unit UMKM maka tentu membutuhkan sejumlah syarat legalitas itu. Begitu pula saat membangun infrastruktur.

‘’Mungkin selama ini, ada pesantren yang bingung bagaimana dan syarat-syarat mengurus legalitas ini dan itu, melalui pertemuan ini semua diharapkan menjadi benderang. Jadi, tinggal jalan karena pemerintah sudah berkomitmen membantu,’’ kata salah seorang pengasuh Ponpes Alkarimi Tebuwung, Kecamatan Dukun ini.

Terobosan RMI Gresik tersebut terbilang menarik. Selama ini, biasanya para pemangku pesantren jalan sendiri. Dengan sinergisitas, diharapkan ada kemudahan dan percepatan legalitas.

Editor : M. Sholahuddin

Reporter : son

Saksikan video menarik berikut ini: