alexametrics

Volume Kendaraan di Jalan Ahmad Yani, Kota Surabaya, Turun 24 Persen

29 April 2020, 16:40:19 WIB

JawaPos.com–Lalu lintas kendaraan bermotor di Jalan Ahmad Yani, Kota Surabaya, Jawa Timur, mengalami penurunan hingga 24 persen, sejak diberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) pada Selasa (28/4). penurunan lalu lintas tersebut berdasar analisis survei volume lalu lintas harian rata-rata (LHR), Surabaya Intelligent Transportation System (SITS), maupun Closed Circuit Television (CCTV) yang dipasang di sepanjang Jalan Ahmad Yani.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya Irvan Wahyudrajad seperti dilansir dari Antara di Surabaya mengatakan, penurunan lalu lintas itu selain karena diberlakukannya PSBB di Surabaya mulai 28 April hingga 11 Mei juga karena sejumlah perkantoran menerapkan sistem work from home (WFH) atau kerja di rumah bagi pegawainya.

”Khusus di Jalan Ahmad Yani ada penurunan sampai 24 persen,” kata Irvan pada Rabu (29/4).

Pembatasan moda transportasi diatur dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Jatim Nomor 18 Tahun 2020 tentang Pedoman PSBB dalam Penanganan Covid-19 di Daerah Surabaya Raya dan Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 16 Tahun 2020 tentang Pedoman PSBB dalam Penanganan Covid-19 di Kota Surabaya.

Adapun pembatasan yang dimaksud yakni moda transportasi hanya digunakan untuk pemenuhan kebutuhan pokok, untuk kepentingan pertahanan dan keamanan, serta transportasi daring atau ojek daring. Sedangkan untuk transportasi umum lainnya seperti Suroboyo Bus dan angkot untuk jumlah penumpang dibatasi 50 persen. Begitu juga dengan kereta api untuk jumlah penumpang dibatasi 50 persen.

Untuk kendaraan motor pribadi diwajibkan menggunakan masker dan sarung tangan serta tidak boleh berboncengan pada saat pemberlakuan jam pembatasan pada kawasan tertentu. Sedangkan kendaraan mobil pribadi, pengemudi harus memakai masker saat berkendaraan dan jumlah penumpang dibatasi 50 persen.

Irvan menambahkan, tidak ada kepadatan kendaraan bermotor baik roda empat maupun roda dua di Bundaran Waru atau perbatasan Surabaya-Sidoarjo pada hari kedua penerapan PSBB, Rabu (29/4). Hal itu berbeda dengan PSBB hari pertama yang sempat terjadi kepadatan kendaraan di Bunderan Waru pada Selasa (28/4) pagi. Penurunan volume kendaraan tersebut, karena sudah banyak warga yang mengetahui aturan PSBB dan juga banyak pelaku usaha di Surabaya yang sudah mengatur sistem jam kerja buat para karyawannya. ”Otomatis pergerakan kendaraan juga mulai turun tidak seperti sebelumnya,” tutur Irvan.

Saksikan video menarik berikut ini:

 

Editor : Latu Ratri Mubyarsah

Reporter : Antara

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads